Warga Amerika Kian Dewasa Sikapi Kasus Terorisme

Warnaislam.or.id — Warga Amerika Serikat (AS) sudah sangat terbuka dalam memahami, tindakan terorisme dan ekstremisme atas nama Islam tidak merepresentasikan umat Muslim secara umum.

Kehidupan sosial warga Muslim di AS pun berjalan normal, relatif tidak terpengaruh pemberitaan kasus teror Paris.

Demikian dikemukakan dosen studi Islam di California University, Muhamad Ali, dalam diskusi “Experiencing Islam in America: Education” Kamis (19/11/2015) di Jakarta.
Ia mengatakan, aksi penembakan dan bom bunuh diri di Paris (13/11/2015) tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga Muslim di AS. Semua imam Islam di AS juga mengecam dan mengutuk tindakan terorisme tersebut.

“Saya tidak sedang berada di AS ketika tragedi Paris terjadi, tetapi saya memantau dan mengikuti perkembangannya dari teman-teman saya yang ada sana (AS). Semua baik-baik saja, interaksi sosial antara warga Muslim dan non-Muslim di AS berjalan normal,” ujarnya seperti dikutip Republika.

Ia menambahkan, dalam keseharian, serangan teror di Paris tidak terlalu berpengaruh terhadap kehidupan sosial warga Muslim di AS. Meskipun, kata dia, pemberitaan negatif dan cap buruk tentang Islam kembali marak diberitakan di berbagai media setelah peristiwa itu.

“Prinsipnya, kalau mereka punya teman seorang Islam, pemberitaan negatif tentang Islam tidak akan mempengaruhi pemahaman, pemikiran, dan persepsi mereka tentang Islam. Hubungan personal jauh lebih penting dibandingkan pemberitaan media,” ujarnya.

Dipaparkan, warga AS sudah sangat terbuka dalam memahami bahwa tindakan terorisme dan ekstremisme atas nama Islam tidak merepresentasikan umat Muslim secara umum.

Muhamad lalu mengutip pernyataan senator Muslim dari negara bagian Minnesota, Keith Ellison, “Jangan karena aksi terorisme di Paris, maka AS menjadi tertutup dan sewenang-wenang seolah-olah semua orang Islam atau Timur Tengah akan melakukan kekerasan serupa”.

Lebih jauh, Muhammad Ali mengatakan, banyak non-Islam AS yang semakin tertarik mempelajari Islam setelah peristiwa serangan di Paris.

“Ini kesempatan baik bagi umat Muslim memperkenalkan Islam yang sebenarnya, Islam yang rahmatan lil’alamin,” katanya.*