Wapres Jusuf Kalla Hadiri Muktamar VI ICMI

fit3Jakarta, (ICMI Media) – Menjelang pelaksanaan Muktamar VI Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan Milad ke-25, Presidium ICMI bersama segenap Majelis Pengurus Pusat ICMI mengadakan audiensi kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (8/12) di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, untuk melaporkan persiapan terakhir Muktamar VI dan Milad ke-25 ICMI pada 11-13 Desember 2015 mendatang di Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat.

“Alhamdulillah, Pak Wapres Jusuf Kalla menyatakan akan bersedia menghadiri Muktamar VI dan Milad ke-25 ICMI di NTB nanti, sesuai permintaan dari Presiden agar Wapres menggantikan Presiden hadir di Muktamar VI,” kata Presidium ICMI, Dr. Sugiharto dalam siaran pers pada Rabu (9/12) di Jakarta.

Turut mendampingi Presidium saat itu, para Presidium sebelumnya seperti Prof. Nanat Fatah Natsir, Dr. Marwah Daud Ibrahim, Prof. Dr. Eng. Ilham Akbar Habibie, Dr. Priyo Budi Santoso. Selain itu, Ketua Dewan Penasehat ICMI, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Ketua Pokja Bank Wakaf, Dr. Zainulbahar Noor, Ketua Pokja SDSB, Dr. Aries Muftie, serta panitia pusat Muktamar VI dan Milad ke-25 ICMI.

Auidensi dilakukan, usai rombongan MPP ICMI diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka untuk melaporkan perkembangan dan persiapan Muktamar VI ICMI di Mataram. “Kami menyampaikan kepada Presiden mengenai bagaimana Indonesia yang bermartabat dan bisa memiliki peta jalan yang juga bermartabat,” jelas Sugiharto.

Sugiharto memyampaikan pada Presiden, bahwa ICMI mengutamakan kecendekia-an dan keindonesia-an. Ia juga merasa Muktamar kali ini begitu istimewa sebab inilah momentum seperempat abad ICMI yang didirikan oleh para mahasiswa dan cendekiawan muslim bersama BJ Habibie saat itu. Muktamar VI ICMI rencananya juga bakal dihadiri oleh sekitar 2.500 orang atau muktamirin.

“Kita juga menyampaikan, bahwa ICMI mempunyai program yang didukung oleh Presiden, yakni pengembangan Desa. Presiden berharap ICMI membantu agar dana desa itu bisa berkembang dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Sugiharto.

Selain itu, ICMI juga bertekad akan membangun Baitul Maal wa Tamwil atau BMT dengan program Satu Desa Satu BMT yang saat ini Pokja SDSB itu dinakhodai oleh Dr. Aries Muftie, Ketua ABSINDO dan Komisaris Bank Panin Syariah.

“ICMI juga memberikan dukungan moral atas Presiden untuk teguh membangun integritas hukum dan etika berbangsa negara,” ujar Jimly Asshidiqie.

Namun, Presiden Jokowi menyatakan tak bisa hadir di Pembukaan Muktamar VI ICMI dan bisa menerima sebelum dan sesudah acara Muktamar. “Rencananya, yang akan membuka Muktamar VI ICMI adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla,” kata Jimly.

Muktamar VI ICMI Gunakan Musyawarah Mufakat

Hal yang akan berbeda dari pelaksanaan puncak Muktamar VI ICMI dengan sebelumnya adalah, ICMI akan menggunakan sistem musyawarah untuk mencapai mufakat guna memilih pucuk pimpinan organisasi cendekiawan muslim terbesar di Indonesia itu. “Karena kita adalah organisasi cendekiawan muslim, sehingga kita juga harus gunakan cara-cara Islam yaitu musyawarah untuk mencapai mufakat,” ujar Sugiharto.

Sistem ini, rencananya akan dijadikan sebagai kultur ICMI dalam suksesi kepemimpinan dan penyelesaian setiap masalah. Bahkan, ICMI tidak akan menggunakan pemungutan suara seperti yang pernah berlaku sebelumnya karena cara tersebut dianggap jauh dari tuntunan ajaran Islam.

“Adapun sistem presidium tetap kita gunakan, hanya masa kepemimpinannya tidak berganti setiap tahun seperti yang sebelumnya. Yang akan datang, rencananya satu orang Presidium akan bertanggungjawab menjalankan program selama 5 tahun dan didampingi oleh 6 orang Presidium lainnya,” ujar Sugiharto. ***

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *