Tiga Pemimpin Muda Curhat di Bandung Strategic Leadership Forum

Bandung – Tiga pemimpin muda di Jabar yaitu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Bogor terpilih Bima Arya dan Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi hadir menjadi pembicara dalam acara talk show bertajuk ‘Pemimpin Muda: Dari Daerah Membangun Indonesia’ yang diadakan oleh Bandung Strategic Leadership Forum (BLSF). Obrolan soal bagaimana mengelola kota masing-masing berlangsung seru dan hangat.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dan masyarakat umum ini diselenggarakan di Aula Bumi Madani ICMI Jabar, Jalan Cikutra, Sabtu (8/2/2014). Co Founder BLSF Ridwansyah Yusuf menjadi moderator dalam acara ini.

Di awal talkshow, ketiga kepala daerah muda ini bercerita alasan mereka ‘kecemplung’ di dunia politik praktis dan menjadi pemimpin daerah.

“17 tahun saya menjadi arsitek, rasanya semua ceklis impian saya sudah terpenuhi. Pekerjaan yang saya cita-citakan, keliling dunia dari pekerjaan saya, istri cantik, punya anak. Tapi ada kegelisahan saya melihat kondisi Kota Bandung, saya ingin memperjuangkan supaya Bandung lebih nyaman bagi warganya” ujar Emil, begitu Ridwan Kamil akrab disapa.

Ia menuturkan, bagaimana sebalnya ia dengan anekdot soal sopir travel yang mengatakan bahwa penumpang tak perlu dibangunkan kalau sudah sampai Bandung karena mereka akan bangun sendiri karena terasa dari buruknya kondisi jalan di Bandung.

“Mobil sampai gugurudukan karena kondisi jalan di Bandung bolong-bolong. Ini yang salah satunya yang akan saya perjuangkan,” katanya.

Bicara soal masalah kotanya, Wali Kota Bogor yang belum resmi dilantik Bima Arya menuturkan bagaimana mirisnya ia melihat kondisi Bogor saat ini

“Dulu Bogor itu terkenal hijau karena tamannya. Kalau sekarang, hijau karena angkotanya,” tutur Bima diiringi tawa peserta. Ia pun menyatakan ingin mengembalikan Bogor sebagai kota yang nyaman dan hijau seperti dulu.

Sementara Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang sudah lebih lama menjabat dibandingkan Emil dan Bima Arya menuturkan bahwa di awal dirinya memimpin, salah satu masalah yaitu menghadapi Kepala Dinas yang kolot. “Susah juga memang, karena usia kepala dinas kebanyakan usianya sama dengan orang tua saya. Mereka ada di comfort zone, jadi susah diajak bergerak,” tuturnya.

Obrolan berlangsung cukup seru dan hidup dimana ketiganya memunculkan ide-ide yang telah dan akan dilakukan di kotanya. Seringkali terlontar celetukan-celetukan lucu yang membuat segar suasana. Mereka pun tak canggung melontarkan candaan-candaan satu sama lain.

“Asyik ya kalau dengan pemimpin muda. Banyak idenya,” ucap moderator.

Ketiga pemimpin muda ini usianya masih dibawah 45 tahun dan mereka semua terpilih setelah mengalahkan calon-calon lainnya termasuk calon incumbent

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *