Shaum di Prancis

PUASA di Eropa durasinya sangat lama. Biasanva sahur sekitar pukul 4 pagi bahkan bisa lebih awal. Buka puasa sekitar pukul 1o malam. Apalagi Ramadan jatuhnva saat summer (musim panas).  Bukan hal mudah. tetapi juga bukan hal sulit untuk dijalani.

Selain tidak ada libur, aktivitas juga berjalan seperti biasa.  Meski berada di negeri sekuler, geliat Muslim di Prancis sangat terasa menyambut puasa. Pada malam pertama tarawih di Mosque de Paris, misalnva, penuh dengan umat Islam dari berbagai negara. Begitu juga saat buka puasa. Biasanya di sana disediakan takjil dan makanan dan minuman.

Sering kali saya melihat banyak jemaah yang membawa makanan dan minuman sendiri. seperti couscous, kebab, dll, lalu dibagi dan dinikmati bersama.
nikmat sekali rasanya makan bersama dengan umat Islam yang datang dari beragam etnis dunia.

Selama puasa, tidak sulit menemukan makanan halal di Paris. Mungkin karena komunitas Muslim di Francis sangat banyak, sekitar 5 juta orang. Di Marche (pasar) atau supermarket dengan mudah kita menjumpai makanan berlabel halal dan sehat, mulai dari daging, susu, dll.

Antarmahasiswa Indonesia di Paris juga sangat terasa keluargaannya.
Kami sering berbuka puasa bersama keliling logement (kosan) mahasiswa.
Biasanya, kami masak masakan Indonesia. Meski sederhana, rasanya nikmat, apalagi kami semua jauh dari keluarga. Sesekali kami juga diundang makan oleh keluarga FranchoIndonesia.

Kalau di Paris, bisa jadi terasa istimewa karena sehabis dari kampus, bisa ngabuburit menikmati sore di taman-taman yang indah,  seperti di sekitar Eiifel, Jardin Luxembourg, Louvre, Cite Universitaire, Sorbonne, dan sekitamya.

Bagi warga negara Indonesia, biasana KBRI Paris juga menggelar buka puasa dan tarawih bersama. Begitu juga salat Idulfitri dilaksanakan di KBRI. Bagi para perantau, puasa di luar negeri pasti memiliki sensasi berbeda.  Berpuasa dengan durasi waktu yang sangat panjang, perbedaan iklim. dan budaya vang jauh berbeda menjadi tantangan,  ujian kesabaran, keikhlasan, dan perjuangan melaksanakan kewajiban perintah Allah SWT, apa pun situasinya.

Tahun ini, 1 Ramadan di Prancis jatuh pada Selasa (9/7/2013). Keputusan ini diambil oleh Le Conseil Francis du Culte Musulman (CFCM) yang  beranggotakan, antara lain Masjid Agung Paris. Opini CFCM ini didukung pemerintah Prancis walaupun tidak mutlak disetujui dan diikuti oleh seluruh komunitas Muslim Prancis. Artinya, sebagian Muslim di Prancis ada juga yang mulai puasanya Rabu (10/7/2013) berdasarkan perhitungan rukyat  (observation de la lune).

Tahun ini saya melaksanakannya di Bandung bersama keluarga. Insya Allah tahun depan bisa dipertemukan dengan Ramadan kembali dan bertemu dengan saum yang penuh ujian di Prancis lagi saat finishing study nanti.
Aamiim. ***

(Ade Kadarisman, PhD Candidate-Communication Universite Paris 2 PantheonAssas (La Sorbonne Universite), staf pengajar Fikom Unpad/ masika ICMIJABAR)

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *