PRABOWO Ajak Cendekiawan Memberantas Korupsi

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengajak cendekiawan, professor dan guru besar di seluruh Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk turut serta dalam memberantas korupsi dan inefisiensi anggaran di Indonesia.

Menurut Prabowo, kasus korupsi dan inefisiensi anggaran di Indonesia sudah masuk stadium membahayakan dan mengancam kedaulatan bangsa. Ia menilai negara ini akan gagal dan tumbang jika tidak segera dilakukan perubahan kebijakan pro rakyat.

“Sejarah mengatakan negara besar seperti Unisoviet, dan rezim kuat di timur tengah tumbang. Tidak ada uang untuk tentara dan rakyat karena korupsi inefisiensi merajalela di elit,” ujarnya saat menjadi pembicara Dialog Nasional Kepemimpinan Nasional Menuju Penguatan Kedaulatan Bangsa, yang diselenggarakan oleh ICMI Jawa Barat, Bandung (2/2/2013).

Prabowo menambahkan tidak sejahteranya rakyat dan minimnya anggaran keamanan menyebabkan munculnya persoalan kecil yang bisa berujung pada aksi huru hara dan tumbangnya sebuah rezim.

Ia melanjutkan, selain kasus korupsi yang semakin parah, saat ini pemborosan dan inefiesiensi anggaran di Indonesia, sudah sangat mengkhawatirkan. Prabowo mencontohkan borosnya pelaksanaan pemilukada di salah satu provinsi dimana pemenangnya menghabiskan dana Rp 600 miliar, sementara yang kalah Rp 400 miliar.

“Jumlahnya sudah satu triliun, dana dari mana itu, pasti dari anggaran dan itu baru provinsi, belum kabupaten dan kota,” ujarnya.

Kondisi pengunaan anggaran akan semakin tidak efisien dengan adanya rencana penambahan empat provinsi dan 16 kabupaten di Indonesia. Akibatnya anggaran daerah hanya akan habis untuk belanja pegawai, rumah dinas, gedung DPRD dan banyak lagi fasilitas pemerintahan lainnya.

“Perlu dipertimbangkan ulang kelanjutan pemilihan langsung kepala daerah dan pemekaran wilayah. Itu tidak efisien,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo mengajak para cendekiawan, professor dan guru besar di seluruh Indonesia di ICMI, Muhammadiyah dan NU untuk melakukan perubahan.

Sejarah dunia mengatakan kekuatan kharisma dan pengaruh para cendekiawan mampu merubah satu kebijakan disebuah Negara. Pemerintah Amerika Serikat sudah berkali kali merasakan dahsyatnya penolakan guru besar terkait kebijakan perang salah satunya saat memerangi Vietnam.

“Kalau yang bicara itu aktivis, politisi, pengamat, itu belum bergetar, tapi jika para guru besar sudah ambil kebijakan, disitu ada perubahan, ” tegasnya.

Prabowo menambahkan pemerintahan yang lemah, tidak efisien dan korupsi merupakan salah satu empat tantangan Indonesia di masa mendatang yang harus segera diselesaikan.

Ketiga lainnya yakni menipisnya cadangan sumber daya energi, ledakan penduduk 1, 6 persen setiap tahun atau 3,2 juta dan ketidakseimbangan struktural perekonomian.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *