Pontensi Zakat Rp84,5 Triliun Belum Terhimpun Optimal

SUMEDANG – Potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun yang dihimpun dan dimanfaatkan badan-badan amil zakat masih kecil. Sementara itu, sebagian masyarakat miskin masih belum terjangkau penanganan komprehensif.

Atas keprihatinan itu, Universitas Padjajaran (Unpad) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) membahas pemikiran Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan seputar pemanfaatan zakat, khususnya untuk jaminan sosial dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Pembahasan digelar dalam Musyawarah Nasional Cendekiawan bertema “Jaminan Sosial dan Perlindungan Kesehatan Berbasis Zakat” di Kampus Unpad di Jatinangor, Sumedang, Jabar, Sabtu (7/9).

Selain Gubernur Heryawan, tampil sebagai pembicara Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar, Rektor Unpad Prof. Ganjar Kurnia, Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie, Ketua Presidium ICMI Marwah Daud, Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar Farid Masudi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Anwar Abbas, dan Ketua Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI Jabar Prof. Muhammad Najib.

Hadir pula dalam musyawarah nasional yang digelar di Bale Sawala, Rektorat Unpad, ratusan peserta yang berasal dari pimpinan berbagai ormas Islam, akademisi, dan aktivis zakat.

Data BPS

Melansir data Biro Pusat Statistik (BPS), Wamenag Nasaruddin Umar mengatakan, pontensi zakat Indonesia mencapai Rp84,5 triliun. Belum termasuk potensi zakat tabungan –tidak termasuk deposito– umat Islam di bank, yang dikalkulasi mencapai Rp8,7 triliun.

Karenanya, Nasaruddin sangat menyetujui upaya Unpad dan ICMI merumuskan program optimalisasi penghimpunan dan pemanfaatan zakat. “Itu baru zakat. Padahal kita memiliki 27 pundi keumatan,” tegas Wamenag.

Ketua Presidium ICMI Marwah Daud mengutarakan, musyawarah nasional yang dimotorinya bersama Unpad berawal dari pemikiran Gubernur Heryawan. Dalam berbagai forum, kata Marwah, Heryawan menyampaikan gagasan seputar manajemen zakat dan pemanfaatannya untuk keterjaminan kesehatan masyarakat kebanyakan.

“Gubernur Jawa Barat ingin potensi zakat yang luar biasa besar dimanfaatkan lebih optimal, khususnya dalam kaitan perlindungan sosial dan kesehatan masyarakat. ICMI lalu membedah pemikiran Gubernur. Dan, kini saatnya diperlukan pembahasan nasional,” papar Marwah.

Ketua Presidium ICMI melansir, zakat yang dikumpulkan berbagai lembaga amil sekitar Rp2,7 miliar. Namun yang disalurkan baru sekitar Rp1,7 miliar. Kondisi ini, urainya, perlu penanganan lebih serius –khusus untuk pemanfaatan di bidang sosial dan kesehatan masyarakat

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *