Pintu Surga Ar Rayyan Bagi Orang yang Berpuasa

Ramadhan merupakan salah satu bulan yang diistimewakan dalam Islam. Ramadhan adalah bulan yang dihadiahkan khusus dari Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Ada banyak keistimewaan yang disediakan di dalamnya.
Allah telah dengan gamblang memposisikan puasa sebagai ibadah yang sangat istimewa. Bahkan, tidak disebut Muslim seseorang jika ia tidak berpuasa. Puasa adalah rukun Islam ketiga setelah syahadat dan shalat.

Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim berbunyi, ‘Siapa (orang) yang berpuasa bulan Ramadhan karena percaya dan benar-benar mengharap pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni oleh Allah SWT.’

Selanjutnya, dari Abi Sa’id Al Khudri ra, ia berkata ‘Telah bersabda Rasulullah: “Tiada seorang yang berpuasa satu hari saja karena Allah, melainkan Allah menjauhkan wajahnya dari api neraka dengan jarak 70 tahun”,’

Pada hari kiamat, orang yang berpuasa Ramadhan juga akan dipanggil untuk masuk surga melalui pintu khusus. Pintu surga itu bernama Ar Rayyan. Yang bisa masuk ke sana hanyalah orang yang berpuasa saja.

Ketika orang yang puasa sudah masuk semua, pintu itu pun ditutup. Sahl bin Sa’ad RA berkata bahwa Nabi Muhammad SAW telah menceritakan keistimewaan tersebut.

“Sesungguhnya, pada hari kiamat di surga ada pintu bernama Ar Rayyan, tempat masuk orang yang puasa. Tidak dapat masuk melalui pintu itu kecuali orang yang berpuasa, yang dipanggil oleh penjaganya: ‘Dimana mereka yang berpuasa?’. Tidak dapat masuk ke situ kecuali mereka saja, dan apabila telah selesai, maka ditutup, tidak ada yang bisa masuk lagi seorang pun,” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Sahl bin Sa’d ra. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang disebut Ar Royyan. Itulah pintu yang pada hari kiamat dikhususkan bagi orang-orang yang berpuasa” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Allah menyiapkan surga khusus bagi para ahli puasa, yakni surga Ar Royan. Pintu surga Ar Royan kelak di hari kiamat hanya dibukakan untuk mereka yang berpuasa dengan penuh keikhlasan pada Allah Swt.. Ini adalah reward atau hadiah teragung dari Allah Swt. untuk hamba-hamba-Nya yang berpuasa. Lebih khusus bagi mereka yang mengerjakan puasa di bulan Ramadhan yang mulia dengan penuh keikhlasan. Inilah keutamaan puasa Ramadhan yang pertama.

Puasa pada bulan penuh rahmat ini sangat istimewa karena Allah menjanjikan pahala yang berlipat bagi setiap amal kebaikan yang kita kerjakan di bulan ini, khususnya amal puasa dan umumnya amal-amal sunah yang dikerjakan bersamanya. Dalam salah satu hadis, Rasulullah saw. mengabarkan bahwa barang siapa yang mengerjakan amalan sunah, nilainya sama dengan amalan wajib. Sementara itu, barang siapa yang melakukan amalan wajib, nilainya sama dengan melakukan 70 amalan wajib di bulan lain. Subhanallah, betapa besarnya keutamaan puasa Ramadhan dan mengerjakan amal kebaikan di dalamnya.

…. Barang siapa pada bulan itu mendekatkan diri (kepada Allah Swt.) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib di bulan lain. Barang siapa mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan lain …. (H.R. Al Uqaili, Inu Huzaimah, Al Baihaqi, Al Khaib dan Al Asbahani)

Keutamaan puasa Ramadhan selanjutnya adalah berlimpahnya ampunan dari Allah Swt.. Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Pada bulan ini, kemurahan Allah berlimpah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah berkehendak memberikan ampunannya pada mereka yang bersungguh-sungguh mengharap ampunan dari-Nya, yakni orang-orang yang beriman dan mengerjakan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Dalam salah satu hadis, Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut.

Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah Swt., dosa-dosanya di masa lalu pasti diampuni. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Apakah hanya tiga ini saja keutamaan puasa Ramadhan? Tentu saja tidak. Masih banyak keutamaan yang dihadiahkan oleh Allah Swt. untuk hamba-hama-Nya yang beriman. Oleh karena itu, munpung masih bulan Syakban, mari kita perbanyak bekal fikriyah menuju Ramadhan. Perbanyak membaca buku-buku bertema puasa dan Ramadhan, mendatangi kajian-kajian keislaman dan majelis-majelis ilmu agar kita semakin termotivasi dan siap untuk memasuki bulan Ramadhan yang mulia.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *