PERNYATAAN SIKAP TENTANG SOLIDARITAS PENYELAMATAN WARGA NEGARA MUSLIM ROHINGYA DI MYANMAR

PERNYATAAN SIKAP
IKATAN CENDEKIAWAN MUSLIM SE-INDONESIA (ICMI)
ORGANISASI WILAYAH (ORWIL) JAWA BARAT
TENTANG
SOLIDARITAS PENYELAMATAN WARGA NEGARA MUSLIM
ROHINGYA DI MYANMAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Menyikapi perkembangan situasi yang terjadi dan dialami oleh warga negara Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar, Kami Majelis Pimpinan Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Se- Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Barat menyatakan bahwa:
A. Pemerintah penguasa Myanmar, di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi, Panglima Militer Myanmar dan Biksu Budha telah nyata-nyata melakukan tindakan pembantaian terhadap komunitas Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar berupa isolasi, diskriminasi, pembunuhan, penyiksaan, pembakaran, mutilasi, pengusiran dari daerah dan tanah asalnya, yang dilakukan secara berulangkali. Tindakan pembantaian itu merupakan tindakan genosida etnik Rohingya Muslim yang sangat sadis, keji, biadab, diluar batas kemanusiaan, bahkan melampaui kebiadaban kemanusiaan yang pernah terjadi di dunia. Tindak kejahatan penyiksaan dan Pembantaian telah menelan korban jiwa dari seluruh warga negara, ribuan anak-anak, balita, orang tua, dan perempuan.
B. Pemerintah Myanmar telah terbukti tidak bersedia menghentikan tindak kejahatan kekerasan, pembantaian dan genosida terhadap warga negara Muslim dan Etnik Rohingya, dan tindak kejahatan pembantaian ini dilakukan secara berkali-kali.
C. Tindakan kejahatan kekerasan dan pembantaian genosida penguasa Myanmar ini merusak rasa kemanusiaan masyarakat dunia yang memperjuangkan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
D. Negara Myanmar telah melakukan tindak kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan (crimes against Humanity) dengan secara terang-terangan melakukan aksi kekerasan dan pembantaian warga negara Muslim dan Etnik Rohingya dihadapan masyarakat internasional, dan Myanmar telah melanggar Universal Declaration of Human Right, 10 Desember 1948 dan dapat dituntut di depan Mahkamah Internasional, Den Haag Belanda.

Atas tindakan kejahatan, kekejaman, pembataian dan genosida yang dilakukan Pemerintah penguasa Myanmar ini, Kami MPW ICMI Orwil Jawa Barat menyatakan sikap:
1. Mengutuk dengan sangat keras atas tindakan biadab yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar, Aung San Suu Kyi, serta Panglima Militer Myanmar, terhadap warga negara Muslim dan etnis Rohignya di Rakhine, dan menuntut agar tindakan pembantaian genosida yang biadab, keji dan di luar batas kemanusiaan itu segera dihentikan untuk selama lamanya.
2. Menuntut kepada PBB agar segera melakukan tindakan nyata dan menggunakan hak intervensi kemanusiaan (human intervention) ke wilayah Negara Myanmar untuk melindungi warga negara Muslim Rohingya yang menjadi korban tindakan pembantaian genosida dari Pemerintah Myanmar, dan mendesak kepada PBB agar segera mengirim pasukan perdamaian yang beranggotakan Negara-negara anggota Non Blok, OKI, dan ASEAN, serta langsung memecahkan permasalahan aksi pembantaian genosida terhadap Muslim Rohingya.
3. Mendesak kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo agar segera mengambil langkah-langkah politik diplomatik yang nyata dan sungguh-sungguh dalam upaya pencegahan atas tindakan pembantaian genosida yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar terhadap Muslim dan etnik Rohingya di Myanmar.
4. Mendesak kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo agar segera mengusir (persona non grata) Dubes Myanmar dari Indonesia dan Menarik Dubes Republik Indonesia dari Myanmar.
5. Mendesak Presiden RI Bapak Joko Widodo agar menggalang solidaritas dan konsolidasi para pimpinan Negara-negara ASEAN untuk melakukan langkah-langkah diplomatik yang nyata dalam bentuk pemberian sanksi pembekuan atau pemberhentian dari keanggotaan ASEAN.
6. Mendesak kepada OKI dan negara-negara anggota OKI untuk segera melakukan langkah-langkah nyata dalam upaya menghentikan pembataian genosida yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap warga negara Muslim dan Etnik Rohingya di Rakhine, serta membentuk Aliansi Militer Strategis OKI untuk mencegah terjadinya tindak diskriminasi, kekerasan, keji, sadis, dan pembantaian terhadap warga negara Muslim di negara tempat terjadinya pembantaian Muslim.
7. Mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk memprakarsai agar pimpinan Negara Myanmar dintuntut di muka Mahkamah Internasional, Den Haag Belanda, atas tuduhan telah melakukan pelanggaran berat HAM sesuai Universal Declaration of Human Right.
8. Menghimbau kepada seluruh ummat Islam Indonesia dan dunia agar menggalang konsolidasi, persatuan, kekompakan untuk secara bersama-sama melakukan langkah-langkah nyata dalam upaya pencegahan pembantaian dan genosida ummat Muslim Rohingya di Myanmar, berupa: penggalangan dana, doa bersama, pengiriman bantuan kemanusiaan obat-obatan, kesehatan, serta kemungkinan mengirim relawan ke Myanmar.

Bandung, 3 September 2017

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *