Pemilihan ketua umum ICMI dilakukan secara musyawarah mufakat

berita_227532_800x600_imageKetua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie terpilih sebagai ketua umum (ketum) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) periode 2015-2020. Jimly dipilih secara musyawarah mufakat di antara tujuh formatur yang terpilih.
Seperti tertuang dalam siaran pers MPR RI, pemilihan ketua umum ICMI berlangsung dari Sabtu (12/12) malam hingga Minggu (13/12) dalam Muktamar VI dan Milad ke-25 ICMI di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB.
Pemilihan ketua umum ICMI dilakukan secara musyawarah mufakat di antara tujuh orang yang terpilih sebagai formatur. Ketujuh formatur itu adalah Ilham Habibie, Jimly Asshiddiqie, Zulkifli Hasan, Priyo Budi Santoso, Muhammad Nuh, Herry Suhardiyanto dan Hatta Rajasa.
Pemilihan diawali dengan usulan nama dari peserta Muktamar (Orwil, Orda, Orsat). Dari usulan itu ada 63 nama. Dari 63 nama itu terpilih 15 nama berdasarkan urutan suara terbanyak. Kemudian 15 nama itu dibawa ke Majelis Permusyawaratan Muktamar.
Anggota Majelis Permusyawaratan Muktamar adalah presidium demisioner, ketua dewan penasihat, ketua dewan pakar, 34 ketua orwil ICMI. Kemudian dilakukan voting. Nah, pada saat sebelum voting muktamar sempat memanas.
“Debatnya sangat kencang, kemudian pimpinan sidang saya ambil alih. Ada tarik menarik suara dari Orsat yang tidak mau suara mereka dihanguskan. Hampir deadlock, kemudian diputuskan bersama akhirnya keluarlah itu ada 549 orang pemilik suara untuk memilih lima belas nama,” kata Wakil Ketua Umum ICMI terpilih, Priyo Budi Santoso.
“Dari 63 nama terpilih jadi 15 nama. Voting dengan 549 suara itu kemudian mengerucut kepada 7 besar yaitu Jimly Asshiddiqie (333 suara), Ilham Habibie (311 suara), Muhammad Nuh (241 suara), Zulkifli Hasan (221 suara), Priyo Budi Santoso (176 suara), Herry Suhardiyanto (163 suara), dan Hatta Rajasa (150 suara),” sambung mantan wakil ketua DPR RI ini mengurutkan hasil voting.
Pemilihan ketua umum ICMI kemudian dilakukan secara musyawarah mufakat di antara tujuh orang yang terpilih sebagai formatur. Ketujuh formatur itu adalah Ilham Habibie, Jimly Asshiddiqie, Zulkifli Hasan, Priyo Budi Santoso, Muhammad Nuh, Herry  Suhardiyanto dan Hatta Rajasa.
“Kemudian disepakati Pak Jimly jadi ketua umum. Enam formatur lainnya diposisikan mendampingi sebagai wakil ketua umum. Saya, Ilham Habibie, Zulkifli Hasan dan yang lainnya menjadi wakil ketua umum,” katanya.
Ketua MPR, Zulkifli Hasan yang juga menjadi formatur juga menegaskan formatur ini akan menyusun kepengurusan ICMI. Dia berharap pengurus baru ICMI bisa menjadikan ICMI sebagai ikatan cendekia yang mampu memberikan pikiran-pikiran, konsep kebangsaan, konsep sistem ekonomi, dan sistem demokrasi.
“Dengan ICMI, Indonesia sebagai model Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang toleran. Itu menjadi model bagi negara-negara lain. Indonesia patut menjadi model. Ini juga diharapkan pemikiran ICMI agar Indonesia menjadi model bagi dunia Islam,” kata Zulkifli.
Respon Perubahan
Sementara itu Wapres Jusuf Kalla (JK) mengatakan tantangan yang dihadapi ICMI saat ini berbeda dengan tantangan pada awal pendirian ICMI.
“Pada masa lalu pendirian ICMI diawali semangat mahasiswa Universitas Brawijaya dengan mendatangi BJ Habibie untuk mempersatukan cendekiawan muslim. Saya hadir pada awal pendirian ICMI itu,” ujar Wapres.
Lanjut JK, jika situasi dan kondisi sekarang sudah berbeda  ICMI harus merespon perubahan tersebut. “Membuat Indonesia bermartabat, yaitu berdaulat secara ekonomi dan politik serta berkepribadian secara budaya,” ujarnya.
Muktamar VI dan Milad ke-25 ini diikuti 994 peserta dari pengurus pusat, pengurus wilayah 27 provinsi, dan tiga dari luar negeri (Korwil Timor Leste, Timur Tengah, dan Australia). Selain itu, Muktamar dan Milad juga dihadiri ketua lembaga negara lainnya serta menteri kabinet kerja.
JK pun menyebutkan soal ketimpangan di Indonesia dan harus diperbaiki. “Indonesia adalah negara yang paling timpang. Ini menjadi tangung jawab saya sebagai pemimpin,” ujarnya.
Wapres menambahkan, ketimpangan itu terlihat dari data satu persen keluarga menguasai 50,3 persen kekayaan bangsa. Sebanyak 10 persen keluarga menguasai 70 persen kekayaan.
Seperti pada sisi agama, dari 100 orang kaya di Indonesia, tidak lebih dari  10 orang yang beragama. “Masalahnya terletak pada semangat. Mereka berusaha lebih keras, lebih semangat. Karena itu gerakan ekonomi yang harus lebih baik,” lanjutnya.
JK mengapresiasi langkah ICMI dalam pembangunan ekonomi terutama kelas menengah Islam untuk mengangkat golongan bawah. seperti membentuk ikatan saudagar muslim.
Sedangkan Ketua Presidium ICMI Sugiharto mengatakan, peringatan Milad ini mengingatkan ketika ICMI berawal dari kampus Universitas Brawijaya 25 tahun yang lalu, dan sekarang peringatan Milad ke 25 di Universitas Mataram.
Dia mengharapkan ICMI memberikan kontribusi maksimal berkait program Nawacita. “ICMI secara konsisten meningkatkan kualitas iman, pikir, kerja, karya dan kualitas hidup. Dampak kehadiran ICMI memberi warna dalam politik, ekonomi, sosial budaya. Karya ICMI, antara lain bank syariah (BMI), asuransi Tafakul, Pinbuk, pendirian Ikatan sudagar muslim Indonesia,” paparnya.
Lanjut mantan menteri BUMN itu, ICMI juga fokus pada kelas menengah yang terus meningkat. “ICMI perlu mengakomodir kelas menengah khususnya di bidang ekonomi agar Indonesia tidak menjadi pasar produk asing dalam MEA, ujarnya.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *