Pembukaan Islamic Festival and Book Fair

PERADABAN Islam, Islamic Festival and Book Fair Jawa Barat resmi digelar di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar pada 23 hingga 30 November. Pada penyelenggaraannya, pameran tersebut menyuguhkan beberbagai kegiatan diantaranya, festival peradaban, pameran, fesyen, kuliner halal, pariwisata halal, berbagai perlombaan termasuk lomba pembuatan business plan.

Ketua Panitia Islamic Festival and Book Fair, Rudi Rakian mengatakan, selain kegiatan tersebut, pameran ini juga akan diisi dengan berbagai dialog dan diskusi dengan berbagai tema. Sehingga setiap pengunjung selain bisa menikmati pameran buku-buku Islami, juga bisa menyaksikan diskusi.

“Ya ada dialog juga, seputar ekonomi dan bakal calon untuk Pillkada, karena kami ingin memberikan suatu pesan untuk pemimpin agar menjadi pemimpin bijak dan bisa diterima masyarakat,” ujarnya.

Sementara untuk perlombaan, pihaknya akan menjaring 10 besar dari beberapa peserta yang ikut dalam pameran ini. Perlu diketahui, dalam pameran ini melibatkan 84 stand yang terdiri dari berbagai jenis pameran. Ke sepuluh terbaik itu nantinya akan didampingi realisasi bisnisnya.

“Untuk lomba ini, nantinya akan dipilih 10 terbaik. Setelah itu, mereka akan didampingi realisasi bisnisnya dari segi manajemen, permodalan, marketing, bekerja sama dengan Kadin Jabar,” ungkapnya.

Dijelaskannya, even ini dilaksanakan atas kerja sama ICMI Jawa Barat dengan Ikapi Jawa Barat. Pihaknya melibatkan masyarakat dan juga komunitas untuk mengisi acara.

“Sesuai dengan tema, kita sangat berharap even ini bisa memberikan pencerahan tentang peradaban Islam,” terangnya.

Ketua ICMI Jabar, Muhammad Najib menuturkan, untuk mengembalikan lagi kejayaan peradaban Islam seperti masa lalu, bisa dilakukan dengan mempelajari kembali bagaimana kehidupan masyarakat pada masa kejayaan Islam dahulu, salah satunya melalui media buku.

Menurut Najib, informasi yang terdapat dalam buku mengenai sejarah Islam, baik dari aspek politik sosial, ekonomi, dan budaya sifatnya lebih valid dan shahih ketimbang informasi yang berasal dari media sosial. Informasi yang didapat itu kemudian bisa dipergunakan untuk mencerahkan peradaban Islam sekarang.

“Informasi yang terdapat di medsos seringkali terkontaminasi dengan kepentingan tertentu, sehingga akhirnya menimbulkan berita yang tidak benar atau hoax. Selain itu, dalam media sosial, fungsi kontrolnya jauh lebih sulit dilakukan, sehingga banyak informasi yang telah menyebar terlebih dahulu, padahal kebenarannya belum teruji,” ujarnya.

Untuk itu ia berharap, dengan acara ini minat membaca masyarakat bisa semakin tumbuh. “Ya tentunya kami berharap masyarakat semakin mencintai buku, dan terutama dapat meningkatkan minat membacanya,” pungkasnya.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *