Nurul Arifin Ogah Jadi Gubernur

ANGGOTA Komisi II DPR Nurul Arifin mengaku tidak tertarik mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Barat.

“Enggak, saya enggak ingin. Mungkin, kalaupun saya mau, paling jadi wali kota Depok,” kata Nurul setelah menghadiri “Diskusi Publik Pendidikan Politik bagi Perempuan” di Gedung Bumi Madani ICMI Jabar, Jalan Cikutra, Bandung, Rabu (9/11).

Nurul mengatakan, ia memiliki cita-cita untuk membangun Kota Depok, sebagai salah satu wilayah di Provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, agar menjadi lebih baik lagi. “Saya ingin membangun Kota Depok. Sebagai kota metropolis itu, idealnya harus seperti apa sih,” ujar Nurul.

Nurul nampak agak kaget mendengar pertanyaan dari wartawan soal pencalonan diri menjadi gubernur Jabar. Mungkin, ia enggan mau bersaing dengan sesama kader Partai Golkar, H. Yance, mantan orang orang nomor satu di Kabupaten Indramayu yang sejauh ini mulai memperkenalkan sosoknya kepada masyarakat, terutama di wilayah Priangan.

Namun, bukan itu jawaban Nurul alasan menolak mencalonkan diri. Ia mengaku belum siap mengemban tugas berat sebagai gubernur. “Gubernur itu tanggung jawabnya banyak dan besar,” ujarnya.

Selama menjadi pembicara dalam diskusi kemarin, Nurul mengajak agar perempuan berani terjun ke dunia politik formal. “Jangan naif, perempuan juga harus masuk ke dalam sistem,” ujarnya. Perempuan yang ingin berpolitik, lanjutnya, lebih baik terlibat aktif dalam partai politik (parpol) apalagi untuk merebut kursi di lembaga legislatif.

Ia mengatakan, untuk meraih kesempatan berkarya di anggota DPR/DPRD hanya bisa melalui parpol. “Calon legislatif itu tak mengenal jalur independen,” katanya. Keterlibatan aktif perempuan dalam percaturan politik, kata Nurul, perlu untuk melenturkan politik di Indonesia yang kuat dan maskulin.

Ia menambahkan keberadaan 108 perempuan dari total 560 anggota DPR RI belum menjadi tolok ukur keterlibatan aktif perempuan dalam dunia politik Indonesia. Itu, ujarnya, karena belum semua perempuan di lembaga legislatif pusat itu mampu menyumbangkan tenaga dan pikiran.

Istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Netty Prasetiyani, yang hadir sebagai keynote speaker dalam acara diskusi itu sependapat dengan Nurul. Netty mengatakan perempuan mesti cerdas untuk menggunakan haknya untuk memilih dan dipilih. “Jangan lagi menjadi objek politik, hanya diambil suaranya,” katanya. (TRIBUNNEWS.COM – )

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *