Prof Najib Terpilih Kembali Sebagai Ketua ICMI Orwil Jabar

Setelah melalui persidangan pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang cukup lancar, akhirnya Mohammad Najib terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua ICMI Orwil Jawa Barat periode 2017-2022 di Aula Badiklat Provinsi Jawa Barat Cimahi (17/2).

Sementara itu Muswil yang diikuti oleh 21 Organisasi Daerah (Orda), 230 Organisasi Satuan (Orsat) dan 11 Badan Otonom (Batom) ini menyepakati memilih enam anggota formatur Pengurus Wilayah ICMI Orwil Jawa Barat 2017-2022, yaitu Ujang Syaefullah, Kamas Komara, Uk. Anwarudin, Ahmad Syamsir dan Dede Rosyadi.
Selain terpilihnya Ketua dan formatur kepengurusan, Muswil ICMI tersebut menghasilkan Garis-garis Besar Program Kerja dan beberapa rekomendasi. Adapun rekomendasi yang dihasilkan di antaranya : bahwa sejarah nasional Indonesia telah mencatat dengan tinta emas bagaimana tokoh-tokoh Islam, para kiyai beserta para santri, serta umat Isam berjuang dengan pengorbanan harta, tenaga, dan nyawa untuk mencapai Indonesia Merdeka. Umat Islam yang mayoritas di Negeri ini hingga kini tetap berkomitmen dan berjuang untuk mengisi kemerdekaan guna mewujudkan Negara Hukum yang berkeadilan, Negara demokrasi yang berkeadaban, dan Negara Kesehjahteraan yang berkemamuran secara merata.

Namun pada prakteknya Umat Islam sering kali jadi korban penguasa dan aparat yang melahirkan kemiskinan, kebodohan, dan ketidaknyamanan dalam menjalankan ibadah. Ketika umat Islam menuntut keadilan maka kemudian bertubi-tubi dituduh macam-macam yang sangat menyakitkan. Karena itu jangan hilangkan jasa Umat Islam untuk Indonesia tercinta, jangan asal menuduh, jangan lecehkan pemahaman dan pengamalan umat Islam mengenai bagaimana mencintai Tanah Air, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, Demokrasi, dan HAM.

Penodaan, penistaan, dan pelecehan terhadap ajaran Agama Islam yang benar kian marak dan berani yang kemudian dan terkesan dibiarkan, diabaikan, dan dilalaikan oleh pihak yang berwenang. Sebagaimana diketahui bahwa keberadaan dan gerakan anti Islam yang kian agresif, masif, sistemik di bidang keagamaan, budaya, maupun gerakan politik di seluruh Indonesia telah menimbulkan kegelisahan dan kecemasan yang luar biasa besar di kalangan umat Islam, yang kemudian telah menimbulkan gesekan bahkan konflik di beberapa daerah yang dipicu oleh sikap provokatif pihak yang anti Islam. Propaganda mereka sudah mengarah pula pada ancaman yang sangat serius terhadap aqidah umat Isalam dan sekaligus ancama terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKRI).

Mendesak kepada Pemerintah, elit politik, dan pengusaha untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai “permainan” kepentingan kekuatan global, dalam hal ini Amerika Serikat, Tiongkok, dan Iran hanya dengan alasan demi menjalin hubungan baik antarnegara. Kepentingan utama Amerika yaitu antara lain penguasaan sumber daya alam, militer, keamanan regional, dan pendangkalan akidah. Kepentingan Tiongkok yakni penguasaan perekonomian dan penerapan ideologi komunisme, sedangkan Iran adalah masuknya dan penguatan faham syiah di Indonesia.

Kepada umat Islam, dengan momentum situasi bernegara dan berbangsa saat ini mengajak untuk meningkatkan kualitas silaturahim sehingga umat Islam yang mayoritas ini memberikan makna yang signifikan terhadap kepentingan umat dan bangsa sekarang dan yang akan datang.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *