Muktamar ICMI Diharapkan Hasilkan Solusi Atasi Kegaduhan Elit

Mataram: Pelaksanaan Muktamar VI dan Milad ke-25 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bertema “Membangun Indonesia Bermartabat” diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas biasa namun dapat memberikan solusi atas persoalan dihadapi bangsa saat ini terutama menyangkut kegaduhan tingkat elit dan etika yang mulai diabaikan.
“Kita berharap ICMI dalam situasi gaduh seperti saat ini dan etika mulai diabaikan dapat dirasa kehadirannya dengan pemikiran jernih solusi dari situasi yang sedang dihadapi bangsa ini,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan seusai menyampaikan paparan dalam Muktamar, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Jumat (11/122015).
Zulkifli menyatakan, dengan demikian Muktamar  ICMI tidak sekadar disibukkan bahkan hanya ribut dengan dinamika pemilihan ketua umum. Tetapi, tandas Zulkifli, yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, sungguh-sungguh sebagai ikatan cendekiawan dapat melahirkan pemikiran jernih.
“Apakah sistem bernegara dan sistem kita berbangsa. Yang rame, gaduh, menang-menangan ini sudah tepat atau belum, nah ini (sikap ICMI) yang ditunggu publik,” imbuhnya.
Sebelumnya, Zulkifli menekankan beberapa hal dalam pidato utama pra-pembukaan Muktamar ICMI yang dihadiri ratusan anggota dari seluruh daerah itu.
Antara lain, ia menyoroti, Indonesia baru telah lahir setelah empat tahap perubahan UUD 1945 pasca reformasi 1998.
Demikian dimaksud, pada masa sebelum perubahan UUD 1945 tidak pernah terbayangkan seorang dari latar biasa-biasa saja atau sederhana dapat menduduki jabatan penting.
“Seperti Ahok bisa menjadi gubernur DKI, Jokowi bisa menjadi presiden. Semua orang punya kesempatan yang sama karena persaingan bebas seperti sekarang ini. Indonesia yang berbeda dari sebelumnya,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga mengingatkan, prihal tantangan dihadapi umat Islam Indonesia yang diurai menjadi tiga.
Tiga tantangan itu diantaranya umat Islam tertinggal di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tertinggal secara ekonomi, dan tertinggal secara politik (kekuasan).
Ironisnya alih-alih umat Islam bersatu menyelesaikan tantangan ini, tetapi malah saling bertikai.
“Umat Islam bertengkar terus. Selalu dikedepankan perbedaan-perbedaan. Cobalah untuk menonjolkan persmaan dan menyingkirkan perbedaan-perbedaan. Jadi ICMI harus merebut ketiganya ilmu pengetahuan, ekonomi, juga kekuasaan tidak bisa diminta tapi harus direbut,” pungkas Wakil Kerua Dewan Pakar ICMI itu.
Adapun selain Zulkifli, turut menyampaikan pidato utama yakni, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang juga Ketua Dewan Penasehat ICMI Jimly Asshiddiqie.
Terpantau hadir pula sejumlah tokoh ICMI seperti Prio Budi Santoso, Marwah Daud, Sandiaga S Uno. Selain itu sejumlah politikus senayan salah satunya Anggota Komisi I DPR Fraksi PAN Muhammad Syafrudin.

 

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *