MUI: Tahun Hijriah Inspirasi Perubahan Umat Islam

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'aruf Amin,
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'aruf Amin,

Pergantian tahun Hijriah atau Hijrah menyisakan tantangan terhadap umat Islam. Tantangan itu menuntut umat Islam untuk lebih bekerja ekstra keras. Hal itu diutarakan Ketua Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin,

tantangan yang dimaksud ada dua hal.

Pertama, persaingan global. Dari persaingan itu ada kelompok yang mengkampanyekan cara berpikir mereka sehingga mempengaruhi pola pikir umat Islam.
Kedua, kelemahan umat Islam dalam hal semangat bersaing. Efek dari hal itu, kata dia, umat Islam tidak mampu memberikan pengaruh positif.

“Ke depan, kekurangan itu harus diubah. Umat Islam harus menjadi seperti dikatakan Nabi Muhammad yaitu sebuah umat yang tinggi bukan di bawah pihak lain. Kata kunci perubahan itu adalah pemberdayaan umat Islam,” .

Harus diakui, pergantian tahun Hijriah atau hijrah tidak begitu bergaung di kalangan umat Islam sendiri. Kondisi itu jelas tidak mencerminkan semangat yang terkandung di dalamnya.
Ma’ruf Amin menilai pergantian tahun Hijriah memang gaungnya kalah dengan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. “Jadi perlakuannya hanya sebatas pergantian tahun saja,”
ada baiknya umat Islam itu bisa menggaungkan pergantian tahun. Itu dilakukan dengan berbagai upaya semisal seminar, diskusi atau memasang spanduk, atau hal lainnya dalam rangka menyambut tahun hijriah.

“Peristiwa inikan monumental. Jadi, saya kira kita harus lebih aktif menggaungkan pergantian tahun Hijriyah,” kata dia.

hijrah seharusnya memberikan inspirasi kepada umat Islam untuk melakukan perubahan.

“Hijrah itukan sejarahnya peristiwa berpindahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Dari perpindahan itu Nabi SAW berhasil membangun masyarakat Islam yang kuat,”

kekuatan itu selanjutnya memberikan inspirasi perubahan secara meluas ke seluruh dunia melalui konsep ‘amar maruf nahi munkar.’ Jadi, kata dia, mengapa umat Islam perlu memanfaatkan momentum ini.

Selain itu, umat Islam diharapkan membawa kebaikan ke seluruh dunia. “Tapi sebelum itu, kita perlu melakukan perbaikan tubuh dalam umat Islam,” kata dia.

Setelah ada perbaikan, umat Islam seperti khaira ummah, satu umat yang mampu menjalankan amar amruf nahi munkar. “Seperti kata sahabat Umar bin Khattab, siapa yang inginmenjadi Khaira Ummah, kita harus bekerja keras,” pungkasnya.

sedangkan Tahun baru hijriyah atau tahun baru Islam bagi mantan wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) merupakan momentum untuk perubahan. Pergantian tahun di tahun baru Hijriah hendaknya dimaknai seebagai peringatan untuk melakukan perbaikan.

Ketua Dewan Masjid Indonesia tersebut mengimbau pada setiap umat Muslim untuk introspeksi diri dan mulai berubah ke arah kebaikan. Kalau ingin mencapai derajat tertentu, menurut JK, harus beranii untuk berubah.

“Peringatan yang melambangkan bahwa untuk mencapai sesuatu harus ada perubahan,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/11).

JK menambahkan, umat Islam harus berkaca pada umat terdahulu yang sudah melakukan hijrah. Dengan hijrah, berarti ada keinginan untuk memerbaiki diri.

republikaonline.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *