MHMMD: Suatu Model Pendidikan Karakter Bangsa

Model pendidikan karakter bangsa yang dikembangkan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) adalah Metode Pelatihan Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan (MHMMD) yang terdiri atas tiga hal: perubahan mindset dan karakter, pembiasaan, dan berbagi kisah sukses. Tiga hal inilah yang dilakukan peserta selama pelatihan.

Yang aktif adalah peserta, merekalah tokoh utama dan sentral. Ramuan metode inilah yang telah membantu peserta menemukan potensi diri, fokus, dan cara menggapai fokus mereka dalam hidup yang singkat ini.

Materi model MHMMD yang diciptakan Presidium ICMI Pusat Marwah Daud Ibrahim ini terdiri dari 12 Langkah dan 4 Etape, antara lain sebagai berikut:

 

Pada pelatihan ini, setiap peserta diajak untuk mengenal potensi diri. Pengenalan potensi diri adalah sebuah keterampilan hidup yang sangat mendasar. Hanya dengan mengenal potensi diri dalam kerangka masa lalu, masa kini, dan masa depan, seseorang dapat berpikir positif memandang dirinya, orang lain, lingkungan, dan bangsanya. Singkatnya, setiap orang harus tahu potensi besar dirinya, tahu akar hidup dan budayanya, dan menyadari multidimensi hidupnya.

Peserta diajak memiliki mindset yang baik terhadap hidupnya sebagai sebuah mata rantai tak terputus dari peradaban dunia. Bila tercapai, maka pada gilirannya setiap individu dapat menghasilkan karya terbaiknya. Keterampilan ini membantu setiap peserta mengenal diri mereka secara utuh.

Orang sukses bukan semata-mata mereka yang tahu potensi, tetapi juga adalah mereka yang memiliki visi, pandai mencari, meraih, dan menciptakan peluang. Peluang sangat erat dengan potensi. Penting bagi setiap orang untuk mengenal sebanyak mungkin kesempatan dan peluang pengembangan diri berdasarkan potensi dasarnya. Selain itu, ia pun harus jeli melihat peluang berdasarkan perspektif tempat (kewilayahan). Bumi terhampar untuk manusia dan di hamparan itulah ada peluang bagi mereka yang siap.

Selanjutnya peserta diajak untuk memiliki keterampilan dalam menetapkan tujuan, cita-cita spesifik, dan fokus (pilihan pengabdian yang akan ditekuni). Mereka diharapkan dapat memvisualisasikan cita-cita dan target spesifik secara detil dengan membuat rencana dan merealisasikannya lewat proses yang wajar. Proses menjadi sebuah keniscayaan. Tidak ada yang instant di dunia ini. Bahkan Allah SWT mengajarkan kepada kita bahwa segala sesuatu harus melewati proses.

Tahap selanjutnya adalah tahap yang sangat penting yaitu menyusun peta hidup, manajemen waktu, dan menetapkan role model. Keterampilan menyusun peta hidup akan sangat membantu untuk berpikir jangka panjang sebagai blue print atau grand design hidup. Instrumen ini mengajak Anda menempatkan masa lalu, masa kini, dan masa depan pada satu lembar kertas. Perjalanan waktu adalah sesuatu yang luar biasa cepat. Peta hidup ini akan diurai menjadi target dan aktivitas serta prioritas lima tahunan, tahunan, bulanan, mingguan, dan harian. Akhirnya, kita menyadari bahwa ada salah satu langkah menarik untuk sukses, yaitu memiliki role model atau dengan kata lai uswatun hasanah.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *