Masika Icmi Jabar Menggelar Talkshow di Al masoem

2 icmi jabar menggelar talkshow dengan tema: “Media yang ramah Anak menciptakan pemirsa cerdas”. yang diselengarakan di kampus Al Masoem, sumedang. pada tanggal 4 desember 2015. dengan pembicara Hj Neneng Athiatul F., M.Ikom Koordinator Bidang Kelembagaan KPID JAWABARAT.

Neneng Atiathul menyatakan, Kota Bandung menjadi kota yang paling banyak memiliki lembaga penyiaran, 9 di antaranya adalah TV lokal. Sedangkan untuk radio Kota Bandung memiliki 50 radio yang dinilai terpadat sedunia. Dan jumlah TV lokal yang terdaftar serta berizin di Jawa Barat ada 34 lembaga.

selanjutnya  mengatakan bahwa banyak media yang kebablasan dan harus memiliki kontrol sosial.  peran orangtua dalam mengawasi anak-anak menonton tanyangan di televisi sangatlah diperlukan. Keberadaan jumlah lembaga penyiaran yang semakin banyak membuat setiap anak bisa menonton apa saja yang mereka mau tanpa pengawasan orangtua.

“Kebanyakan bapak dan ibu cuek dan gak peduli, padahal UU negara kita pasal 31, kekayaan baik udara, darat dan laut itu dikuasai pemerintah tapi dipakai untuk rakyat. Udara itu kan frekuensi, radio ada kanalnya,” kata Neneng menjelaskan saat memberikan  Kondisi penyiaran di Indonesia yang terdiri dari 50 juta tayangan , dan 470 lembaga penyiaran yang ada, media hanya menyajikan hiburan.”

Neneng Athiatul Faiziyah mengatakan, sanksi yang diberikan terdiri atas tiga kategori yakni pelanggaran isi siaran, penertiban dan tindak lanjut penertiban. Pelanggaran isi siaran yang paling tinggi adalah pelanggaran mengenai penempatan jam tayang yang tidak ramah anak, dan iklan dewasa pada jam yang tidak tepat atau sesuai.

“Jenis pelanggaran lain yang banyak dilakukan yakni kekerasan fisik dan kewajiban menyamarkan juga kata-kata kasar dan makian, pelanggaran norma susila, lirik lagu bermuatan jadul, mistik, horror dan supranatural,” jelas Neneng disela-sela

Neneng masih merisaukan rendahnya jumlah pengaduan masyarakat terkait pelanggaran isi siaran. Menurutnya, jumlah pengaduan isi siaran dari masyarakat ke KPID tidak sebanding dengan jumlah penduduk Jabar yang mencapai 49 juta jiwa.

“Kami sangat menunggu partisipasi masyarakat. Kita harus tahu dan kritis terhadap tayangan yang tidak sesuai dan tidak bermanfaat. Masyarakat berhak mendapatkan siaran yang baik, manfaat dan nyaman. Jadi, kita harus kritis dengan tayangan yang buruk,”

Dalam kesempatan itu, Neneng mengingatkan  tidak membiarkan anak-anaknya menonton tayangan televisi sendirian. “Mereka harus diawasi agar konsumsi tayangannya sesuai dan tidak berdampak buruk bagi mereka,” pintanya.

tayangan televisi sangat berpengaruh besar pada perilaku anak-anak. Dari segi pakaian, sikap hingga cara bicara, seolah anak-anak diberikan petunjuk untuk melakukan hal yang ada di tayangan televisi.

Tayangan televisi yang mengungkap langkah-langkah kejahatan, bukan tayangan yang baik, karena bisa menjadi contoh orang untuk melakukan hal yang tidak baik pula.

Banyaknya lembaga penyiaran yang semakin bermunculan. diharapkan seluruh orangtua untuk mengawasi setiap tayangan televisi. Jangan sampai anak-anak sebagai generasi penerus bangsa terpengaruh dengan tayangan yang tidak sehat.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *