Larang Guru Agama Asing, ICMI Jabar: Kemenaker Over Otoritas

Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memutuskan merevisi Permenaker nomor 40 tahun 2012 mengenai jabatan-jabatan tertentu yang dilarang diduduki Tenaga Kerja Asing. Perubahan ini terkait pelarangan masuknya pengajar agama asing masuk Indonesia yang dituduh membawa gerakan radikal dan ekstrem.

Tak ayal, keputusan ini mendapat banyak protes. Salah satunya dari Prof. Moh. Najib, Ketua ICMI Jabar, yang menganggap Kemenaker over otoritas.

“Dia (Kemenaker) sudah melampaui otoritas,” kata Prof. Najib di Bandung, Rabu (14/1/2015). Menurutnya, kewenangan guru agama asing itu ada di Kementrian Agama yang sudah sejak lama mengelola kerjasama masuknya guru agama asing.

Najib menyatakan, pihak ICMI sudah menyampaikan masalah ini ke Kemenag, dan meminta Kemenaker meninjau ulang. Sayangnya, meski Kemenag sudah memberi respon pada ICMI, Kemenaker tidak bersedia menanggapi protes.

“Mereka (Kemenaker) jalan terus,” keluh Prof. Najib. Najib pun menyayangkan akan kebijakan kemenaker bahwa guru asing disinyalir membawa paham ekstrem.

Orang-orang ekstrimis itu, lanjutnya, justru bukan dari kalangan guru. “Selama ini tidak ada kok, guru yang menjadi ekstrimis,” terangnya. (Alhikmah.co)

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *