Jimly Janjikan ICMI tidak Berpolitik Praktis

JIMLY Asshiddiqie yang juga sebelumnya menjabat Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia terpilih menjadi Ketua Umum ICMI periode 2015-2020 pada Muktamar VI ICMI di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Kami sepakat untuk memilih Pak Jimly sebagai Ketua Umum ICMI,” ujar Priyo Budi Santoso, pemimpin sidang muktamar, di Hotel Lombok Raya, kemarin. Menurut Priyo, Jimly terpilih karena dianggap sebagai salah seorang dari ketujuh tokoh yang tidak berafiliasi dengan partai politik. “Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya konflik kepentingan,” ungkap politikus Partai Golkar itu.

Jimly terpilih sebagai Ketua Umum ICMI dari tujuh formatur yang terpilih. Sebelumnya terdapat 15 besar yang masuk di sidang pleno Sabtu (12/12) malam kemudian akhirnya mengerucut. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu masuk formatur tujuh calon Ketua Umum ICMI. Dari 63 bakal calon, terpilih tujuh orang, yakni Jimly Asshiddiqe (333 suara), Ilham Akbar Habibie (311), Muhammad Nuh (241), Zulkifli Hasan (221), Priyo Budi Santoso (176), Herry Suhardiyanto (163), dan Hatta Rajasa (150). Dalam sambutannya sebagai Ketua Umum ICMI terpilih, Jimly menegaskan ICMI ja-ngan hanya menjadi kaum intelektual yang ada di menara gading, tidak ada kepedulian.

Namun, Jimly juga berpesan, ICMI tidak akan ikut-ikutan dalam iklim politik perebut-an jabatan atau kekuasaan saat ini. “ICMI jangan terjebak dalam isu yang memecah belah umat. Watak politik di mana pun selalu memecah belah,” tuturnya kepada seluruh peserta muktamar seperti ditulis dalam akun Twitter @ICMIPusat. Jimly mengatakan anggota ICMI bukanlah mereka yang haus akan jabatan. Islam juga melarang memberi jabatan pada orang yang memintanya. Namun, bila mendapatkan amanah, orang harus menjalankannya. “Kekayaan dan jabatan jangan dicita-citakan,” kata Jimly.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *