Indonesia Terpenjara Politik dan Ekonomi

Kondisi karut marut yang masih melanda Indonesia lebih disebabkan Indonesia terpenjara oleh berbagai kepentingan politik dan ekonomi. Untuk keluar dari masalah itu membutuhkan pemimpin yang bisa memberikan teladan dan membenahi sistem yang ada.

“Sejak era reformasi sampai kini Indonesia masih terpenjara dengan masalah politik dan kepentingan ekonomi. Politik yang berbalut dengan kepentingan para pelaku bisnis membuat kehidupan demokrasi bangsa menjadi tak sehat,” kata

Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslimin Indonesia (ICMI), Prof. Dr. H. Jimly Assiddiqi, dalam seminar “Benturan Hukim dan Politik dalam Ketatanegaraan Indonesia” di Aula Madani ICMI Jabar, Sabtu (15/6).

Lebih jauh Jimly mengatakan, sampai saat ini kepentingan politik dan ekonomi terlalu dikedepankan sehingga jargon Indonesia negara hukum tak berjalan. ” Hukum terpenjara dan terpenjarakan karena faktor-faktor praktis dan jangka pendek,” katanya..

Jimly mencontohkan dalam pemilihan kepala negara, kepala daerah, sampai anggota legislatif selalu didominasi faktor politik dan ekonomi. “Siapa yang kuat dalam bidang ekonomi akan dianggap bisa memenangkan persaingan dalam politik,”

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *