ICMI Tetap Netral pada 2014

Jakarta: Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) memilih netral untuk Pemilu Presiden 2014. ICMI juga tidak melakukan pemetaan sipil-militer atau tua muda sebagai parameter penentuan Capres.

“Kami tetap independen, tidak menjagokan siapa-siapa. ICMI juga tidak pernah menjadi kendaraan politik terhadap figur-figur tertentu,” ujar Ketua Presidium ICMI Nanat Fatah Natsir di sela-sela Pembukaan Silaturahmi dan Konvensi Nasional (Silaknas) ICMI di Assembly Hall Jakarta Convention Centre, Jakarta, Selasa (18/12).

Namun, kata Nanat, itu bukan berarti ICMI tak punya kriteria. “Kami punya kriteria, figur seperti apa yang pantas menjadi pemimpin di 2014,” tambahnya.

Menurut Nanat, tema silaknas ICMI yang terkait kepemimpinan nasional merupakan langkah moral ICMI untuk mengajak masyarakat memikirkan suksesi kepemimpinan nasional di 2014 nanti.

“Tidak ada tendensi ke siapa pun dalam hal ini. Semua kita ajak untuk bicara di Silaknas ini beberapa figur yang selama ini sudah ramai dibicarakan sebagai Capres. Ini semacam pendidikan politik saja,” kata mantan Rektor UIN Bandung itu.

Bagi ICMI, garis organisasi sudah jelas, yaitu ikut memberi kontribusi pada bangsa dan negara yang berdasarkan nilai-nilai keislaman pada sosok cendekiawan memberi sumbangan moral dan pemikiran. “Kita juga tidak alergi politik kekuasaan, tetapi bukan berarti kita berpolitik praktis,” jelas dia.

Bagi ICMI tema kepemimpinan nasional menjadi penting agar bangsa ini mampu mengembangkan diri sebagai bangsa yang terus maju dan beradab. “Kemajuan suatu bangsa dan peradabannya sangat tergantung pada kualitas pemimpinnya. Ini yang kita cari, yaitu pemimpin yang berkualitas itu,” tandasnya

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *