ICMI RAPAT DEWAN PAKAR DI GEDUNG MPR

Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) saat berbincang Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie dalam pertemuan, Jakarta, Senin (16/5). Pertemuan tersebut membahas mengenai membangun peradaban ilmiah. Foto: Ricardo/JPNN.com
Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) saat berbincang Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie dalam pertemuan, Jakarta, Senin (16/5). Pertemuan tersebut membahas mengenai membangun peradaban ilmiah. Foto: Ricardo/JPNN.com

SENAYAN – Zulkifli Hasan mengatakan kita butuh satu tindakan tegas daripada banyak aturan. Ia mengatakan demikian sebab untuk memberi efek jera pada pelaku pemerkosaan masih terjadi perdebatan soal aturan-aturan yang ada. “Jangan banyak aturan tetapi hukumannya tidak ada,” ujarnya. kata Zulkifli, usai bertemu Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Zulkifli meminta agar tidak hanya pemerkosa saja yang diusut. Sebab, perbuatan tidak terpuji itu dipicu karena minuman kerasa (minum) dan narkoba.

“Kalau orang lagi kena narkoba, nalarnya hilang. Jadi, narkoba ditindak tegas, miras juga tindak tegas. Undang-undang penting, tapi lebih penting tindakan hukum,” kata Zulkifli menekankan.

Ketua MPR yang juga Dewan Pakar ICMI ini menyarankan agar organisasi yang dipimpin Jimly Asshiddiqie itu mempunyai akun media sosial. Sebab, ICMI tak memiliki koran atau televisi. Media sosial kini berperan dalam memengaruhi pemikiran masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga Zulkifli Hasan dengan tegas mengatakan kita jangan terlalu reaktif terhadap maraknya simbol-simbol PKI. Kalau reaktif justru membuat mereka akan lebih terkenal. Bagi Zulkifli Hasan yang paling penting adalah kita bertindak tegas bila mereka sudah melanggar hukum.

Dalam kesempatan itu Zulkifli Hasan menyarankan agar ICMI mempunyai akun di media sosial sebab ICMI tak memiliki koran atau televisi. Menurut Zulkifli Hasan, media sosial sangat mempengaruhi pikiran orang. Di media sosial yang salah bisa menjadi benar bila banyak yang like atau mengunggah status. Demikian pula sebaliknya. Siapa yang menjadi gubernur pun bisa dari media sosial.

Terkait kekerasan seksual yang belakangan marak terjadi, Ketua MPR RI menilai, tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan lebih penting daripada memperdebatkan banyak peraturan.

Untuk diketahui, pertemuan dengan ICMI merupakan rapat perdana membahas beberapa isu yang sedang menjadi pembicaraan. Dalam pertemuan tersebut ICMI memberikan sikap mengenai lambang palu arit, serta menyiapkan agenda agar bisa ikut mewarnai pendidikan di Indonesia.

“Selain itu juga agar Indonesia terhindar dari radikalisme yang sedikit-sedikit mengkafirkan orang Islam yang akhirnya menyimpang seperti Gafatar. Nah, di sini ICMI harus bisa memberikan pembekalan,” kata Zulkifli menyarankan.

Zulkifli Hasan, meradang sewaktu ditanya wartawan tentang keterlambatan ICMI bereaksi atau kurang responsif terhadap banyak persoalan keagamaan Islam di Indonesia.

“Kalian saja yang tidak memberitakan,” ujarnya sinis kepada wartawan parlemen yang menanyai sambil berlalu meninggalkan temu silaturahim antarpengurus Dewan Pakar ICMI periode 2015-2020 termasuk Jimly Asshidqie di Ruang GBHN MPR Senayan, Selasa (17/5).

Saat ini Indonesia masih dicengkeram krisis multidimensi termasuk demoralisasi seperti kemunculan gerakan LGBT ( Lesbian, Gay, Biseksual,Transgender), Partai Komunis Indonesia (PKI), hingga perkosaan dan pembunuhan yang melibatkan anak-anak di bawah umur, serta maraknya korupsi yang dilakukan pejabat Negara serta diskriminasi terhadap Islam.

Namun begitu, ia menambahkan Negara tetap menyikapi situasi kekinian melalui pengembangan dan sosialisasi 4 Pilar MPR (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia) seperti yang dilaksanakan dalam program yang dijalankan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

http://www.mpr.go.id/

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *