Icmi Orda Cirebon Gelar Dialog Tokoh Cirebon dan Musyawarah Daerah

Dialog tokoh Cirebon yang diselenggarakan ICMI Orda Kabupaten Cirebon, di ruang Nyimas Gandasari Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Sabtu (2/3) kemarin menjadi ajang ‘pemanasan’ menjelang perhelatan demokrasi melalui Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon Oktober 2013 mendatang. Dialog dengan mengusung tema menyiapkan pemimpin religius menuju Kabupaten Cirebon adil, makmur, dan sejahtera, selain menarik juga melahirkan berbagai pemikiran tentang sosok pemimpin Kabupaten Cirebon lima tahun ke depan.

Dalam dialog tersebut hadir sebagai pembicara Sultan Sepuh PRA Arief Natadiningrat, Prof. Dr. H. Dede Mariana dari Unpad Bandung, H. Nasihin Masha (Pemred Republika), dan Ketua ICMI Kabupaten Cirebon Dr. Achmad Kholiq, MA.

Dalam pandangan Sultan Sepuh, sosok panutan pemimpin Cirebon adalah Sunan Gunungjati, yang telah berhasil memimpin negara sekaligus memimpun umat. “Salah satu petatah-petitih Sunan Gunungjati yang sangat terkenal adalah ingsun nitip tajug lan fakir miskin,” ungkapnya.

Tajug, jelas Sultan merupakan perwujudan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, atau para pemimpin yang memegang teguh moral spiritual yang kuat. Sedangkan fakir miskin direpresentasikan sebagai interaksi sosial. hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. “Pemimpin Cirebon ke depan harus memiliki karakter sidik (berkata benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaika) dan fathonah (cerdas). Juga sosok yang mampu mengatasi masalah social kemasyarakatan seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan menyediakan infrastruktur yang memadai,” paparnya.

Sedangkan Pimpinan Redaksi Republika, Nasihin Masha, lebih menyoroti soal pentingnya sosok pemimpin Kabupaten Cirebon, selain memiliki kapasitas juga memiliki jiwa entrepreneurship, sehingga mampu membawa peningkatan produktivitas dan kesejahteraan warga masyarakatnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Dede Mariana, guru besar Unpad Bandung, sosok pemimpin tidak hanya memiliki kemampuan leadership semata, namun juga memiliki followership. Ia juga berharap pemimpin ke depan mampu kembali mengangkat kearifan lokal yang dipunyai Cirebon sejak dulu, dan mampu mengejewantahkan kata-kata bijak Ki Hajar Dewantoro, ing ngarso sung tolodo, ing madyo mangun karso, tut wuti handayani (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan).

Forum dialog semakin hangat saat beberapa peserta mengajukan pertanyaan dan saran kepada para narasumber. Bahkan ada di antaranya yang mengharapkan ICMI mengambil peran untuk bias memberikan sumbangsih pemikiran kepada sejumlah pihak seperti parpol untuk menjaring figur bupati Cirebon yang memiliki kualitas iman dan taqwa, kualitas berfikir, kualitas karya, kualitas kerja dan kualitas hidup.

Ketua Panitia Musda, Edi Candra, menengaskan tujuan dialog ini adalah untuk menghimpun gagasan atau ide yang akan menjadi rekomendasi bagi pengurus baru ICMI periode 2013-2018 demi kemajuan Kabupaten Cirebon

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *