ICMI Muda Bukan Bagian dari ICMI

ICMI akan mempertimbangkan gugatan pidana bila ICMI Muda terus-menerus melakukan kegiatan menggunakan label ICMI dan mengaitkan ICMI dengan kegiatan mereka.

BANDUNG, (PRLM).– Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) tetap menolak keberadaan organisasi ICMI Muda.

Organisasi yang “mendompleng” label ICMI itu pun dianggap sebagai organisasi yang bermuatan politis tinggi karena aktivitasnya muncul saat ada perhelatan politik seperti pemilihan umum kepala daerah (pemilukada).

Menurut Ketua Majelis Pengurus Wilayah ICMI Jawa Barat Prof. M. Najib, ICMI Muda selalu muncul saat jelang perhelatan politik seperti saat ini Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jabar.

“Itu sangat merugikan bagi ICMI karena ICMI netral,” imbuhnya usai bersilaturahmi ke Redaksi “PRLM”, Jl. Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis (14/2).

Dikatakannya, hari ini, ICMI Muda itu pun diinformasikan akan menggelar kongres. Hal itu pun tidak diakui sebagai aktivitas yang legal di tubuh ICMI karena mereka bukanlah bagian dari organisasi yang dibentuk BJ. Habibie itu.

Ia pun mengingatkan pengurus di ICMI Muda untuk tidak lagi menggunakan label ICMI pada namanya. Cendikiawan muda di ICMI sudah terakomodasi kebutuhannya pada wadah Majelis Sinergi Kalam (Masika) yang di Jabar diketuai Ferry Rizky Kurniansyah.

Ditambahkannya, ICMI Muda dan anggota-anggota bukanlah orang yang pernah terlibat dalam ICMI. “Karena itu tidak ada hubungan historis dan organisasional,” imbuh Najib.

Menurut dia, sejauh ini, ICMI belum menindaklanjuti hal itu ke ranah hukum. Mereka hanya memberikan peringatan-peringatan. Meski begitu, ia menyatakan bahwa ICMI akan mempertimbangkan gugatan pidana bila ICMI Muda terus-menerus melakukan kegiatan menggunakan label ICMI dan mengaitkan ICMI dengan kegiatan mereka. (A-160/A-89)***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *