ICMI Minta Koruptor Dihukum Mati

Maraknya praktik korupsi di Indonesia dinilai menjadi sebuah anomali di tengah masyarakat yang religius.

Sebagai bangsa dengan masyarakat mayoritas pemeluk Islam, tentu sangat kontradiktif mendapati tingkat korupsi yang semakin parah.

Untuk mengatasi itu, satu-satunya cara adalah dengan menegakkan hukum secara tegas. Anggota Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Nanat Fatah Natsir setuju dengan penerapan hukuman mati.

Ia merujuk kepada Pemerintah Cina yang dengan tegas menghukum pejabat yang korup dengan hukuman mati. “Saya setuju hukuman seberat-beranya, hukuman mati, seperti hukuman yang ditimpakan kepada mantan menteri di Cina,” katanya, Selasa (9/7).

Nanat mengatakan, sistem pendidikan di Indonesia yang bersifat abstrak membuat banyak orang berani korupsi. Ini lantaran sejak masa sekolah, siswa tidak diajarkan untuk memahami secara benar tindakan keji itu. Mereka hanya diberi doktrin dan pengajaran satu arah, tanpa pernah merasakan apa akibat korupsi.

Alhasil, model pendidikan yang serba hafalan itu menyebabkan generasi sekarang mengetahui korupsi itu jahat, tapi tetap melakukannya. “Realitas anak dididik mencuri itu dilarang, tapi tidak konkret. Mengapa tidak diperlihatkan langsung dampak korupsi itu menyengsarakan?”

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *