ICMI Jabar: Pembangunan Harus Maju Fisiknya juga Spiritualnya

Mudzakarah ICMI JabarSetidaknya dalam lima tahun kedepan pembangunan di wilayah Jawa Barat akan mengalami berkembang yang cukup pesat.

Indikasi itu minimal dapat dilihat dari tiga yang sedang dan akang berlangsung yakni proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka, proyek kereta cepat Bandung Jakarta serta sentra ekonomi terpadu (Metropolitan City) meliputi Depok,Bekasi dan Kawarang.

“Dampak ekonominya jelas ada namun yang tidak kalah pentingnya adalah dampak sosial dan spiritualitasnya. Jangan sampai ekonominya maju namun gersang disisi spiritual keislamannya,” ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Isndonesia (ICMI) Jabar Prof.H.M.Najib dalam acara mudzakarah di gedung aula ICMI Jabar Jl.Cikutra Kota Bandung, Kamis (21/1/2016).

Ia menambahkan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi terpadat di Indonesia dengan mayoritas penduduknya bergama Islam (Muslim) harus mendapat keuntungan dan merasakan manfaat dari mega proyek tersebut. Najib juga mengingatkan tujuan utama sebuah pembangunan adalah masyarakat sekitar umumnya di wilayah Jabar maka jangan hanya investor saja yang meraup keuntungannya.

“Sungguh ironis jika ada daerah mengalami pembangunan yang maju dan berkembang namun masyarakat sekitar hanya sebagai pekerja atau paling banter punya kios atau warung,sementara orang asing yang punya mall dan tinggal di perumahan elit,”ujarnya.

Ia juga mengingatkan dampak sosial dari pembangunan yang secara tidak langsung juga mengalami pergeseran dari sisi budaya dan perilaku masyarakatnya.

Najib mencontohkan masyarakat agraris yang religius dengan masih menjunjung norma agama mungkin akan berpengaruh jika berubah menjadi masyarakat industrial. Perubahan rutinitas masyarakat agraris dengan aktivitas keagamaan yang kental lambat laun akan berganti dengan aktivitas hedonitas sebagai tuntutan gaya hidup modern.

“Tentu saja dampak ini yang tidak kita inginkan,dengan adanya pembangunan harusnya kehidupan masyarakat Jabar yang religius harus maju dan berkembang bukan sebaliknya kehidupan keagamaan menjadi gersang,”imbuhnya.

Untuk itu ICMI sebagai wadah kaum intelektual harus mengambil peran dalam menghadapi dan menjawab tantang sekaligus peluang zaman dengan adanya pembangunan. Pihaknya,menurutnya Najib, akan melakukan dialog dan sumbang saran pemikiran kepada pihak-pihak terkait baik pemerintah maupun swasta dalam merencanakan maupun pelaksana lapangan.

Dengan demikian pembangunan selain berdampak pada peningkatan taraf hidup (ekonomi) juga berkembangnya kehidupan spiritualnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Umum Kadin Jabar, Agung Suryamal, yang mengungkapkan bahwa umat Islam di Jawa Barat harus bisa mengambil peran dalam setiap momen pembangunan yang sedang digalakkan pemerintah.

Menurutnya, modernisasi dalam berbagai aspek kehidupan adalah sebuah keniscayaan untuk sebuah kemajuan perabadan manusia. Demikian juga dampaknya baik positif maupun negatifnya setiap pada setiap perubahan.

Menurutnya saya ummat Islam jangan takut dengan perubahan sebagai dampak dari sebuah proses pembangunan. Ummat Islam juga harus maju dan berkembang seiring dengan kemajuan zaman,yang dibutuhkan adalah kesiapan baik skill maupun mental,”ingatnya.

Dirinya mencontohkan, beberapa proyek yang tengah berlangsung di Jawa Barat sebagian besar menggunakan tenaga kerja asing karena secara kualitas dan kompetensi mereka memenuhi syarat yang ditetapkan perusahaan (investor). Namun disisi lain hal demikian jika tidak dipahami masyarakat maka bisa menimbulkan dampak sosial seolah investor lebih berpihak pada tenaga asing daripada pribumi atau lokal.

Untuk itu pihaknya mengajak kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya kaum muslim agar mempersiapkan diri untuk menghadapi kamajuan zaman tersebut. Ia mengingat umat Islam sebagai ummat terbaik harus mampu menunjukan predikat tersebut dalam semua bidang kehidupan.

“Sebagai muslim dan pernah tinggal di pesantren tentu saya juga tidak mau jika ummat Islam khususnya yang berada di Jawa Barat ini hanya sebagai “penonton” atas kemajuan pembangunan yang ada. Mari saling bersinergi dan menguatkan serta menjalin kerjasama antar elemen umat Islam dengan pelaku usaha untuk maju dan berkembang bersama,”ajaknya.

Mudzakaroh ICMI Jabar,yang mengambil tema “Islam dan Peta Pembangunan Jabar” diikuti seratusan peserta.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Prov.Jabar Linda Al Amin juga tampil sebagai pembicara. Ia lebih banyak menyampaikan rencana dan capaian pembangunan di wilayah Jabar serta mendengan dan menampung aspirasi dari peserta yang memberi masukan. (Ngadiman Djojonegoro/Hidayatullah.com).*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *