ICMI Harus Merespon Perubahan

berita_227532_800x600_imageBersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan menghadiri pembukaan Muktamar VI dan Milad ke 25 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Auditorium Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Sabtu, 12 Desember 2015. Pada acara tersebut, Wapres Jusuf Kalla mengatakan tantangan yang dihadapi ICMI saat ini berbeda dengan tantangan pada awal pendirian ICMI.

“Pada masa lalu pendirian ICMI diawali semangat mahasiswa Universitas Brawijaya dengan mendatangi BJ Habibie untuk mempersatukan cendekiawan muslim. Saya hadir pada awal pendirian ICMI itu,” ujar Wapres.

Lebih lanjut Wapres mengatakan jika situasi dan kondisi sekarang sudah berbeda dengan pada awal ICMI berdiri. Sehingga, ICMI harus merespons perubahan tersebut.

“Membuat Indonesia bermartabat, yaitu berdaulat secara ekonomi dan politik serta berkepribadian secara budaya,” ujar Wapres.

Muktamar VI dan Milad ke 25 ICMI diikuti 994 peserta dari pengurus pusat, pengurus wilayah 27 provisnsi, dan 3 dari luar negeri (Korwil Timor Leste, Timur Tengah, dan Australia). Selain itu, Muktamar dan Milad juga dihadiri ketua lembaga negara lainnya serta menteri kabinet kerja, Gubernur NTB M. Zainul Majdi, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ketua dan Presidium ICMI Sugiharto serta Ketua Dewan Penasihat ICMI Jimly Asshiddiqie.

Wapres pun menyebutkan soal ketimpangan di Indonesia dan harus diperbaiki. “Indonesia adalah negara yang paling timpang. Ini menjadi tangungjawab saya sebagai pemimpin,” ujarnya.

Wapres menambahkan, ketimpangan itu terlihat dari data satu persen keluarga menguasai 50,3 persen kekayaan bangsa. Sebanyak 10 persen keluarga menguasai 70 persen kekayaan.

Seperti pada sisi agama, dari 100 orang kaya di Indonesia, tidak lebih dari  10 orang yang beragama.

“Masalahnya terletak pada semangat. Mereka berusaha lebih keras, lebih semangat. Karena itu gerakan ekonomi yang harus lebih baik,” lanjutnya.

Wapres pun mengapresiasi langkah ICMI dalam pembangunan ekonomi terutama kelas menengah Islam untuk mengangkat golongan bawah. seperti membentuk ikatan saudagar muslim.

Kontribusi ICMI

Sementara itu Ketua Presidium ICMI Sugiharto mengatakan, peringatan Milad ini mengingatkan ketika ICMI berawal dari kampus Universitas Brawijaya 25 tahun yang lalu, dan sekarang peringatan Milad ke 25 di Universitas Mataram.

Sugiharto pun mengharapkan ICMI memberikan kontribusi maksimal berkait program Nawacita. “ICMI secara konsisten meningkatkan kualitas iman, pikir, kerja, karya dan kualitas hidup. Dampak kehadiran ICMI memberi warna dalam politik, ekonomi, sosial budaya. Karya ICMI, antara lain bank syariah (BMI), asuransi Tafakul, Pinbuk, pendirian Ikatan sudagar muslim Indonesia,” paparnya.

Lebih lanjut menurut mantan menteri BUMN itu, ICMU juga fokus pada kelas menengah yang terus meningkat. “ICMI perlu mengakomodir kelas menengah khususnya di bidang ekonomi agar Indonesia tidak menjadi pasar produk asing dalam MEA, ujarnya. (Adv)

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *