ICMI dan ASKES Gelar Seminar BPJS Bidang Kesehatan

 

PT. ASKES menggandeng Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk bekerjasama dalam mensukseskan sosialisasi penyelenggaraan program sistem jaminan sosial nasional di bidang kesehatan. kerjasama ini sengaja digagas karena pihaknya telah menyadari bahwa dengan diterbitkannya UU No. 24 tahun 2011, PT. ASKES di tahun 2014 akan berubah bentuk dan mendapat kepercayaan untuk menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Mulai tanggal satu Januari 2014, PT. ASKES (Persero) akan dibubarkan tanpa likuidasi, artinya tidak akan ada program – program PT. ASKES yang terhenti, dan tidak akan ada pemberhentian pegawai,  dan semua pegawai PT. ASKES menjadi pegawai BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), hal itu dinyatakan oleh Direktur SDM & Umum PT Askes (Persero) Zulfarman, dalam Seminar Nasional Penyediaan Program Jaminan Sosial Bidang Kesehatan Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan serta Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat dan Pengenalan Obat Generik,

Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat Nanat Fatah Natsir mengatakan bahwa,  masyarakat Riau Sumatera Selatan cukup membayar tiga ribu rupiah atau satu ringgit untuk biaya persalinan, tetapi hal itu dilakukan dengan cara menyeberang ke negara tetangga Malaysia,sedangkan untuk rawat inap all in cukup membayar sembilan ribu rupiah atau tiga ringgit,masyarakat Riau lebih senang berobat ke Malaysia dikarenakan murah dan terjamin kepastiannya,

hal itu terungkap dalam Seminar Nasional Penyediaan Program Jaminan Sosial Bidang Kesehatan Sebagai  Upaya Meningkatkan Kesejahteraan serta Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat dan Pengenalan Obat Generik, yang berlangsung, Selasa, (2/10/2012), di Ballroom Hotel Golden Flower jalan Asia Afrika.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Luciati mengatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan dan setiap orang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, hal itu tertera dalam Undang – Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 pasal empat dan pasal enam, Alma Luciati dalam paparannya mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menata fasilitas kesehatan dan akan menepati janji – janji yang diumbar ke masyarakat Jawa Barat tentang kesehatan, ia pun mengatakan bahwa sebanyak 54 % masyarakat Jawa Barat telah mempunyai jaminan kesehatan, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggelontorkan dana sebesar 75 milyar untuk Jamkesmas.

Alma Luciati mengatakan hal itu semua dalam Seminar Nasional Penyediaan Program Jaminan Sosial Bidang Kesehatan Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan serta Sosialisasi Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Masyarakat dan Pengenalan Obat Generik.

Dengan penambahan volume pekerjaan dari sekarang 16,6 juta ditambah kurang lebih 8,7 juta yang berasal dari 234 kabupaten kota, oleh karena itu kami menyadari tidak dapat bekerja sendirian”   kerjasama ICMI dan ASKES merupakan salah satu peristiwa bersejarah. Ia berharap, dengan waktu yang cepat harapan bangsa untuk bisa menjalankan jaminan kesehatan yang mencover seluruh rakyat Indonesia bisa terlaksana.

ICMI punya beberapa program salah satunya program i-masjid, bagaimana masjid bisa menjadi salah satu pusat kegiatan sosialisasi tentang kesehatan dan menjadikan jaminan sosial kesehatan sebagai salah satu entry point. “ICMI dan ASKES akan segera membentuk kelompok-kelompok kerja, seminar dan road show yang kita targetkan di 999 titik berbasis masjid”

“Biaya kesehatan saat ini mahal sekali dan jenis penyakit bermacam-macam sehingga dibutuhkan jaminan kesehatan,”  pemerintah harus mengubah mind set, dan berpikir bahwa investasi terbesar saat ini ada pada bidang sumber daya manusia. Menurutnya, kesehatan memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan dengan pendidikan.

 

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *