ICMI akan Bangun 400 Toko Pangan di Jabar

Menurut Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Muhamad Najib, tahun ini pihaknya menargetkan bisa mendirikan sekitar 300-400 toko ICMI di Jawa Barat untuk membantu menstabilkan harga pangan.

“Toko ICMI ini merupakan kontribusi kami untuk membantu masyarakat menstabilkan harga pangan agar, masyarakat nggak jadi korban kartel,” ujar Najip kepada wartawan usai rapat di Gedung Sate, Bandung, Selasa (26/7).

Menurut Najip, untuk membuat toko ICMI ini, Pemprov Jabar bekerja sama dengan vendor. Salah satunya, Bulog. Saat ini, yang dilakukan oleh ICMI adalah membuat persiapan pembuatan toko ICMI di antaranya, inventarisisasi dan sosiasilisasi bisnis toko ICMI. “Ini kan bisnisnya berbasis IT,” katanya.

Tahap awal, kata dia, ICMI akan melakukan sosialisasi tentang toko ke rumah pangan dan mitra, yakni, tentang bagaimana aplikasi tersebut. Karena, belanjanya secara online tapi ada koordinasi dengan Bulog. “Komoditas yang dijual, yang menjadi otoritas bulog,” katanya.

Komoditas tersebut, kata dia, berupa sembako seperti beras, daging, minyak, dan bawang. Harganya ditentukan oleh Bulog tak bisa lebih dari itu.

Sasaran toko ICMI ini, kata dia, adalah masyarakat kecil terutama, untuk pedagang kecil yang memiliki omzet belanja minimum Rp 5 juta. “Itu yang diprioritaskan. Maksimum gak dibatasi,” katanya.

Tapi, kata dia, ada prioritas pemilik warung yang bisa membeli di toko ICMI ini memiliki kemampuan kelipatan Rp 5 juta tak sampai Rp 100 juta karena ini untuk memberdayakan pedagang kecil. “Sasarannya, warung-warung kecil. Kami sosialisasikan ke pengurus ICMI di daerah dan koperasi yang mengendalikan mitra kita,” katanya.

Najip mengatakan, ICMI Jabar pun tak akan melayani pedagang grosir. Serta, masyarakat yang baru mau memulai usaha. ICMI, nantinya akan melakukan seleksi. Setiap pemilik warung yang akan membeli, harus mengisi formulir, dan aplikasi agar bisa menjadi anggota dulu. Nantinya, pendaftar akan diverifikasi kebenaran usaha mereka oleh tim dari ICMI.

“Sistemnya, terkonektifikasi dengan Bulog dalam pengiriman. Itu standar bulog, dengan beberapa item ongkir gratis,” katanya.

Program ini, kata dia, merupakan inisiatif ICMI. Karena, ICMI menilai walaupun Bulog sudah mengambil kebijakan tapi masyarakat resah karena harga tak bisa dikendalikan. Setelah diteliti, ICMI menyimpulkan ini penebabnya dari.

“Jadi, kami ingin memangkas distribusi. Toko ini akan dilaunching 25 Agustus 2016,” katanya.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *