Gelar Muktamar, ICMI Lanjutkan Sumbangsih untuk Bangsa

Untitled-1Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) akan memantapkan program dan kinerja dalam muktamar keenamnya. Muktamar keenam sekaligus Milad ke-25 ICMI akan digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 11-13 Desember 2015.

Melalui muktamar ini, ICMI bertekad melanjutkan sumbangsih untuk kemajuan Indonesia. “ICMI akan memperingati apa yang telah dicapai dalam 25 tahun terakhir sekaligus redesign ICMI selanjutnya,” kata Ketua Presidium ICMI Sugiharto kepada Republika, Ahad (6/12).

Sugiharto menjelaskan, dalam periode 25 tahun ke belakang, ICMI telah ikut melahirkan Indonesia yang lebih baik. Hal itu terutama berkaitan dengan peningkatan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kecendekiaan.

ICMI, menurutnya, juga berupaya menghapus Islamofobia dengan memasukkan Indonesia ke dalam sistem ekonomi syariah. Hal itu ditandai dengan pendirian Bank Muamalat. Di sektor keuangan, ICMI juga menggagas pendirian asuransi Takaful. Kemudian, untuk merespons pentingnya media komunikasi, ICMI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendirikan harian umum Republika.

“Capaian itu hanya bagian kecil dari pengabdian ICMI dalam mengawal perjalanan panjang bangsa,” katanya.

Muktamar ICMI 2015 akan dihadiri 900 pengurus dari seluruh Indonesia. Meski begitu, Sugiharto yakin, lebih dari dua ribu orang akan ikut meramaikan muktamar tersebut. Rencananya, Muktamar ICMI akan digelar di Universitas Mataram.

“Kampus diharapkan dapat menjadi basis kebangkitan ICMI. Kami berharap mahasiswa berkhidmat dan mengawal NKRI,” ujar Sugiharto.

Salah satu agenda yang akan dibahas secara mendalam pada muktamar kali ini, menurut dia, adalah program satu desa satu Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Program yang sempat dicanangkan dalam mendukung kampanye hijrah moral ICMI pada 2011 itu akan diperkuat dalam muktamar keenam ini.

“ICMI ingin desa membangun kota dan membangun Indonesia. Dari desa kita ingin ruh Islamiyah muncul dan terwujud desa sejahtera, bermartabat, dan mendapatkan ridha Allah,” ujar Sugiharto.

Dalam Silaturahim Nasional ICMI pada 2011 lalu, kata Sugiharto, dicanangkan program hijrah moral. Kampanye moral itu untuk merespons arah pembangunan yang dinilai ICMI cenderung melenceng. “Perlu ada program yang down to earth,” terangnya.

Sejak 20 tahun lalu, ICMI setelah mencanangkan gerakan ekonomi keumatan dengan mendirikan pusat inkubator bisnis berupa BMT. Saat ini, kata Sugiharto, telah lahir tujuh ribu BMT di seluruh Indonesia. Program satu desa satu BMT dinilai sebagai program yang relevan dengan hijrah moral.

Dalam hal ini, ICMI ingin mengembangkan 72 ribu desa di Indonesia dan menjadikannya sebagai program utama. ICMI pun akan menggandeng ormas-ormas Islam lain untuk menyukseskan program tersebut.

Kembali tunjukkan taring
Pengamat politik Islam dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Ali Munhanif, berpendapat, saat ini, ICMI harus menonjolkan teknokratiknya sebagai organisasi think thank yang berperan besar dalam perpolitikan Indonesia.

“Sudah saatnya dan sudah lama sekali diharapkan bahwa ICMI harus mendefinisikan kembali peran ICMI sebagai think thank, sebagai organisasi strategis yang terlibat dalam pengambilan kebijakan publik,” tuturnya kepada Republika, Jumat (4/12).

ICMI yang memiliki ciri khusus sebagai penghimpun kaum menengah terpelajar Muslim ini, menurut Ali, tidak dapat berkiprah secara apa adanya selayaknya ormas-ormas Islam lain seperti NU dan Muhammadiyah. Hal ini karena dalam masa yang cukup lama ICMI terlalu melekat dengan identitas politik rezim tertentu.

Karena itu, menurutnya, momen muktamar ini harus dimanfaatkan ICMI untuk mendefinisikan kembali peran mereka yang sesungguhnya. Bagi Ali, ICMI sudah ketinggalan kereta dengan perubahan demokrasi yang terjadi saat ini.

“Banyak kasus-kasus yang terjadi saat ini seperti maraknya demo buruh, konflik agama di berbagai daerah, dan sebagainya yang seperti terlewatkan oleh ICMI,” katanya.

Ali pun meminta ICMI sebagai organisasi yang menaungi kaum intelektual Muslim untuk kembali menunjukkan taring. Hal itu bisa direalisasikan dengan melakukan berbagai riset yang kemudian diusulkan kepada pemerintah sebagai solusi berbagai permasalahan.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *