Forum Muktamirin ICMI Setujui ICMI Kembali Gunakan Sistem Ketum

fit4Lombok, (ICMI Media) – Pada pertemuan sesi kedua pada pra-Muktamar VI Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jumat malam (11/12) menyimpulkan, forum Muktamirin pra-Muktamar VI setuju jika ICMI akan kembali gunakan sistem Ketua Umum dalam kepengurusannya yang akan segera dilaksanakan pada Muktamar kali ini.

Sidang pra-Muktamar yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal ICMI, Dr. Muhammad Taufik, menyimpulkan perlunya ICMI kembali pada sistem Ketum adalah agar ICMI kembali bergerak dinamis menyikapi perkembangan zaman.

Dari jumlah Orwil yang hadir malam tersebut, secara bulat mendukung perubahan dari sistem Presidium menjadi sistem Ketua Umum. “Semoga dengan kembalinya ICMI pada khittahnya, yaitu sistem Ketua Umum, akan menjadikan ICMI punya identitas jelas,” ujar Ketua Orwil Aceh.

Sementara itu, Ketua Orwil Bogor, Prof. Dr. Hery Suhardiyanto MSc, yang membawa hampir 40 orang peserta menyatakan agar kehadiran ICMI bagi bangsa ini perlu direvitalisasi. “Mungkin ICMI perlu fokus pada bidang mana yang akan dikerjakan secara intensif, agar bisa bermanfaat di masyarakat,” ujar Hery.

Adapun secara model kepemimpinan, Hery mengatakan mendukung model Ketua Umum. “Saya melihat aspirasi muktamirin mengarah kesana, maka Orwilsus Bogor juga setuju akan pendapat tersebut,” tegas Hery.

Dari Orwil Jawa Timur, Ismail Nachu, mengatakan kader ICMI ingin agar ICMI memainkan peran-peran kecendekiawanan. “Karena itu, Orwil Jatim setuju jika model kepemimpinan ICMI kembali ke model Ketua Umum,” ujarnya. Dukungan serupa juga datang dari Orwil Sumatera Selatan, untuk menjadikan model Ketua Umum sebagai corak ICMI kembali.

Orwil Jawa Tengah bahkan secara tegas mengatakan diawal laporannya, untuk mendukung ICMI kembali pada model sebelumnya. “Kami berharap, Ketua Umum ICMI ke depan punya bargainning untuk bicara dengan pemerintah Indonesia,” katanya.

Orwil Jawa Barat dengan anggota yang dibawa malam itu sekitar 80 orang, melalui wakilnya Aef Saefulloh mengatakan Orwil Jawa Barat cenderung memilih pada sistem Ketua Umum. “Kita melihat, dari sistem presidium kurang greget kerjanya karena waktu kepemimpinannya yang cuma sebentar,” tegas Aep.

Namun khusus Orwil DKI Jakarta, belum memberikan pandangan soal sikapnya terhadap perubahan sistem atau model yang baru tersebut.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *