Empat pasang Peserta Pilgub Jabar Adu Gagasan di Muzakarah ICMI JABAR

Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018-2023 beradu gagasan dan program unggulannya pada mudzakarah politik yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Jabar di Kota Bandung, Selasa(10/4/2018).

Pada acara tersebut, keempat peserta yang berlaga di Pilgub Jawa Barat 2018 dipersilakan menyampaikan visi dan misinya dalam membangun Jawa Barat melalui pandangan ke-Indonesiaan, ke-Islaman, kecendekiawanan, dan kerakyatan.

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut satu M Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) menyampaikan tentang pandangan pentingnya Jawa Barat menyongsong Indonesia Emas pada 2045.

Menurut Ridwan Kamil, kemajuan Jawa Barat bisa diwujudkan dengan memajukan penguasaan teknologi, termasuk digitalisasi banyak hal seperti administrasi pemerintahan dan pelayanan publik.

Sebagai contohnya, kata dia, kebanyakan pengangguran di Jawa Barat adalah lulusan SMK dan hal ini disebabkan pengajaran dan pengembangan jurusan di SMK jalan di tempat sejak bertahun-tahun lalu, sedangkan kebutuhan industri dan kecanggihan teknologi sudah bergeser cepat. Akibatnya, banyak lulusan yang kesulitan mendapat kerja.

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut dua, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) menyampaikan arah kebijakannya mengenai fondasi dasar kenegaraannya, yakni memandang agama tidak bisa dipisahkan dari pemerintahan.

Menurut Tb Hasanuddin agama harus menjadi jiwa dan argumen bagi semua tindakan pemerintahan sehingga dalam memimpin di tataran nasional dan daerah, harus dijiwai dan didasari argumen agama.

“Agama mengajarkan untuk melaksanakan musyawarah, bukan perdebatan. Menjamin hukum dan keadilan, persamaan derajat, dan memerangi kemiskinan dan kebodohan,” kata Hasanuddin.

Sementra, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) pada kesempatan itu menyampaikan kritik pedas terhadap pemerintah pusat yang dinilai kurang adil memeratakan pembangunan di Jawa Barat.

Padahal menurut Sudrajat,  keadilan inilah  yang menjadi penentu penyelesaian masalah kemiskinan dan pengangguran di Jawa Barat.

Sedangkan, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, menyorot tajam peran perguruan tinggi dan para cendikiawan di Jawa Barat yang belum mampu menuntaskan masalah pendidikan di provinsi terpadat di Indonesia itu.

Deddy Mizwar mengatakan, sangat ironis, karena Jawa Barat memiliki perguruan tinggi dengan jumlah terbanyak di Indonesia.

Ia pun mengajak akademisi dan perguruan tinggi bersama pemerintah meningkatkan pendidikan di Jawa Barat.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *