Berharap Aksi Lebih Nyata ICMI

icmi_101202140042Wakil Sekretaris Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Saleh P Daulay mengatakan, ICMI merupakan salah satu aset nasional bangsa Indonesia. Ketika peran organisasi ini dapat dimaksimalkan, percepatan roda pembangunan nasional akan dapat diwujudkan.

“Kita masih banyak berharap agar ICMI dari waktu ke waktu bisa semakin memperlihatkan eksistensi dalam konteks pembangunan masyarakat,” ujar Saleh saat dihubungi Republika, Rabu (9/12).

Sayangnya, kata Saleh, keberadaan ICMI saat ini sudah jauh berbeda daripada awal berdirinya. ICMI dipandang lebih fokus pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya akademis, seperti menyelenggarakan seminar-seminar, pelatihan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

Menurut dia, upaya ini perlu diimbangi dengan kerja nyata atau aksi konkret dalam membangun perekonomian umat, pendidikan, dan kesehatan.

“Kalau seminar iya, pelatihan iya, tapi kalau aksi nyata? Berapa rumah sakit yang dimiliki ICMI? Berapa sekolah yang sudah dibangun ICMI? Berapa beasiswa yang diberikan ICMI untuk orang-orag yang potensial untuk menjadi sarjana-sarjana yang baik?” ujar ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Bagi Saleh, hal ini sangat disayangkan mengingat dalam daftar pengurus ICMI terdapat ratusan nama-nama besar. Menurut dia, ICMI masih hanya menjadi wadah yang menampung nama-nama besar tersebut, namun kerja nyata mereka belum terlihat.

Ia berharap, kepengurusan ICMI ke depan akan diisi oleh orang-orang yang berkomitmen. Komitmen itu tak hanya ditunjukkan dengan mencantumkan nama dalam daftar kepengurusan ICMI, tapi juga terjun dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa secara konkret.

Kedua, ia melihat sistem presidium yang dipakai ICMI saat ini kurang tepat. Adanya pergantian presidium setiap tahun menjadikan kebijakan-kebijakan serta program yang dibuat sulit untuk berlanjut. Ini kurang efektif dalam menggerakkan roda organisasi.

Menurut dia, perlu ada presidium tetap atau satu ketua umum yang tidak diganti hingga masa kepemimpinan selesai. Banyaknya cabang dalam ICMI juga menjadi satu poin yang dikritik oleh Saleh. “Ada empat jenis organisasi di situ. Itu harus disederhanakan juga,” ujar dia.

Saleh berprinsip, makin besar organisasi makin lambat pergerakan. Sebaliknya, makin kecil organisasi makin cepat ia bergerak. Ini juga akan membuat ICMI terlihat lebih elite. Perluasan anggota justru perlu dilakukan di departemen-departemen.

Kemudian, ICMI harus menjadi pemersatu berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam yang ada. “ICMI kan tidak berafiliasi pada satu organisasi tertentu. Karena itu, yang seperti itu harus bisa menyatukan semua kekuatan yang ada,” ujar dia.

Bendahara ICMI Sandiaga Salahuddin Uno berharap agar Muktamar VI ICMI mendatang akan menghasilkan keputusan dan program-program yang lebih banyak berkontribusi bagi masyarakat.

“Selama ini ICMI memang sudah hadir, tapi kita berharap lebih banyak kontribusi yang nyata, khususnya di beberapa bidang penting. Seperti kewirausahaan, ekonomi kerakyatan, dan pemikiran terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh umat Islam,” kata Sandiaga dalam laman resmi ICMI.

Sandiaga juga berharap kaderisasi kepengurusan ICMI terus berjalan. “Periode sebelumnya juga, saya sudah masuk kepengurusan. Jadi, biarlah yang muda-muda saja yang maju,” ungkap Sandi.

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *