Islamic Festival and Book Fair 23 hingga 30 November 2017

Kabar gembira bagi para penggemar buku.

Mulai 23 hingga 30 November, Islamic Book Fair 2017 hadir di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jalan Diponegoro Bandung.

Selama delapan hari, Islamic Book Fair memamerkan 84 stan penerbit buku, kuliner, fashion, dan seni.

“Kompetisi bisnis syariah untuk semua kalangan, pelaku UMKM dari banyak kota. Kami saring menjadi 10 besar. Nanti kami kasih pembinaan manajemen bisnis, permodalan, pemasaran. Kami dorong pelaku UMKM jadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Rudy Rakian, ketua penyelenggara Islamic Book Fair 2017, saat ditemui di Pusdai Bandung, Kamis (23/11/2017).

Perkembangan teknologi digital mempengaruhi sejumlah sektor industri seperti ritel dan percetakan. Meski begitu, industri ini masih mencatat pertumbuhan positif di kuartal III/2017. Pertumbuhan industri ini disokong oleh bisnis kemasan.Masih tumbuhnya industri ini juga dari permintaan buku khususnya buku pelajaran.

“Pengaruh ada, mungkin sedikit penurunan dari sisi produksi. Tapi kebutuhan akan buku yang belum tergantikan, percetakan masih bisa dikatakan tidak terganggu (era digital), ” kata Ketua Penyelenggara Islamic Book Fair 2017 yang juga pengurus Kadin Jawa Barat, Rudy Rakian disela pembukaan Islamic Book Fair 2017 yang digelar ICMI Jabar dan IKAPI Jabar di Bale Asri Pusdai Jabar Jalan Diponegoro Bandung, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, adanya teknologi memudahkan masyarakat mendapatkan informasi, data, dan lain sebagainya.

Namun informasi yang diberikan tidak bisa dipastikan bebas hoax.

Buku adalah salah satu produk dari industri percetakan yang sampai saat ini belum bisa tergantikan. Karena itu, industri percetakan masih bisa tetap berproduksi termasuk industri penerbitan.”Tapi teknologi digital tidak bisa dibendung, ini juga harus disikapi oleh industri percetakan dan penerbitan, ” katanya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada kuartal ketiga 2017 untuk sektor percetakan dan reproduksi media rekaman naik sebesar 14,48% dibandingkan periode sama pada tahun lalu. Pertumbuhan industri ini pada triwulan III/2017 terhitung masih naik dibandingkan kuartal sebelumnya.

Ketua ICMI Jabar Prof Dr. H. Muhamad Najib mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya mencerdaskan masyarkat.

Kegiatan ini pun digelar untuk mendorong para generasi muda agar gemar membaca tentang peradaban Islam.

“(Umat Islam) Jangan jadi konsumen saja. IBF 2017 ini adalah upaya membangkitkan lagi bagaimana peradaban Islam bisa tumbuh lagi,”

Terdapat 84 stan penerbit yang ikut ambil bagian dari kegiatan ini. Selain itu, hadir pula stand UKM fashion, kuliner, dan pelaku industri kreatif lainnya

icmijabar

ICMI Orwil Jabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *